oleh

KPK Sita Barang Bukti Uang Rp 20 Miliar dalam 33 Tas

PENANEGERI, Jakarta – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) telah menyita uang lebih dari Rp 20 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono, uang sebanyak itu ditaruh di dalam 33 tas.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK, Kamis (24/8), menyebut, jumlah uang tunai yang diamankan sebesar Rp 18,9 miliar. Sementara uang yang berada di dalam rekening sebesar Rp 1,174 miliar sehingga total uang yang diamankan dalam OTT kali ini Rp 20,74 miliar.

“KPK mengamankan sejumlah uang dan kartu ATM. Empat ATM dari penebit yang berbeda. Kami mengamankan 33 tas berisi uang pecahan Rupiah, dolar Amerika Serikat, poundsterling, dan ringgit senilai Rp 18,9 miliar dan di rekening Mandiri ada saldo senilai Rp 1,174 miliar. Jadi total yang diamankan Rp 20,74 miliar,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (24/8).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah lebih lanjut mengatakan, uang yang ditemukan saat operasi tangkap tangan terhadap Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono. Uang tersebut disimpan dalam 33 tas ransel.

Uang itu terdiri dari tujuh jenis mata uang. Pertama, uang sebesar US$ 479.700. “Kemudian dalam mata uang rupiah sekitar Rp 5,7 miliar,” kata Febri di kantornya, Kuningan Persada, Jakarta, Jumat, (25/8).

Selanjutnya, terdapat 660.249 Dollar Singapura, dan 15.540 Poundsterling. Juga ada 50.000 Dong Vietnam, 4.200 Euro, dan 11.212 Ringgit Malaysia.

Tak hanya itu, menurut Febri, uang Rp.1,174 miliar dalam rekening bank juga diduga uang suap yang diterima Tonny dari Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (PT AGK), Adiputra Kurniawan. Suap itu terkait proyek pengerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah.

Adapun uang Rp 18,9 miliar yang terdiri dari tujuh mata uang, diduga suap yang berasal dari berbagai pihak.

Sebelumnya, KPK merilis terdapat lima mata uang yang digunakan berkaitan dengan dugaan suap Dirjen Hubla, Antonius Tonny Budiono.

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah merinci jumlah uang yang disita saat operasi tangkap tangan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono (ATB) di kediamannya Mess Perwira Ditjen Hubla, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada Rabu (23/8) kemarin.

Uang yang ditemukan KPK saat OTT di lokasi kediaman tersangka di Mess Perwira Ditjen Hubla yakni 479.700 dolar AS, 660.249 dolar Singapura, 15.540 poundsterling, 50 ribu dong Vietnam, 4.200 euro dan 11.212 ringgit Malaysia.

“Dan dalam mata uang rupiah sekitar Rp 5,7 miliar,” ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/8).

Dalam kasus terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Dirjen Hubla mulai tahun 2016 sampai dengan 2017 ini, KPK menetapkan ATB dan APK sebagai tersangka. Diduga APK melakukan suap sebesar Rp 20,074 miliar terhadap ATB terkait pekerjaan pembangunan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK sejak Rabu (23/8) malam sampai Kamis (24/8) siang, KPK mengamankan lima orang yakni ATB, APK, S, Manajer Keuangan PT Adhiguna Keruktama; DG Direktur PT Adhiguna Keruktama, dan W Kepala Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi Ditjen Hubla.

Atas perbuatannya, selaku pemberi suap, APK disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pihak yang diduga penerima suap yakni ATB disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *