oleh

KPK Sita Keris dan Batu Akik Milik Antonius Tonny Budiono

PENANEGERI, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita cincin batu akik, keris, jam tangan dan aneka jenis barang cendera mata dari rumah Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono.

Barang-barang itu diduga berasal dari rekanan mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono. Barang sitaan tersebut diduga gratifikasi yang diterima Tonny sejak Mei 2016.

“Semuanya diduga merupakan gratifikasi yang diterima selama menjabat,” ujar Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih, Jakarta, (28/8).

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengemukakan, KPK menyita sejumlah benda berharga hasil koleksi seperti tombak, keris, cincin hingga batu-batu akik saat melakukan penggeledahan di kediaman Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono, (ATB), yang berlokasi di Mess Perwira Bahtera Suaka, RT 04, RW 01, Gunung Sahari Raya Nomor 65, Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (25/8) .

“Ada sejumlah tombak, keris, jam tangan, dan cukup banyak batu akik dengan cincinnya. Cincinnya kami duga itu ada yang dilapis emas putih dan kuning,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta.

Tindakan penggeledahan disertai penyitaan benda-benda hasil koleksi itu dilakukan di kediaman ATB pada Jumat (25/8) lalu.

Lebih lanjut, Febri menyebutkan, secara total penyidik KPK menyita 50-an barang ketika melakukan penggeledahan di sebuah mess di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, yang menjadi kediaman ATB.

“Aset-aset yang disita saat Jumat kemarin ada sekitar 50 barang, merupakan gratifikasi yang diterima yang bersangkutan saat menjabat di Kementerian Perhubungan.

Uang yang ditemukan KPK pada operasi tangkap tangan (OTT) di lokasi kediaman tersangka ATB di Mess Perwira Ditjen Hubla, senilai 479.700 dolar AS, 660.249 dolar Singapura, 15.540 poundsterling, 50.000 dong Vietnam, 4.200 euro, dan 11.212 ringgit Malaysia. “Sementara, dalam mata uang rupiah sekitar Rp 5,7 miliar,” kata Febri.

KPK telah menetapkan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Antonius Tonny Budiono (ATB) ebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi.

Dalam penyidikan kasus suap itu, KPK juga telah merinci jumlah uang yang berada di dalam 33 tas saat operasi tangkap tangan terhadap Tonny.

Tonny diamankan KPK pada Rabu (23/8/2017) malam. Ia diduga menerima suap dari Komisaris PT Adhi Guna Keruktama, Adiputra Kurniawan.

Suap tersebut terkait proyek pengerukan di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah. Saat penangkapan, KPK juga menggeledah rumah Tonny. KPK menemukan 33 tas yang berisi uang senilai Rp 20,74 miliar.

KPK menetapkan dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi suap terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Laut Tahun Anggaran 2016-2017.

KPK juga telah menetapkan  Komisaris PT Adhi Guna Keruktama bernama Adiputra Kurniawan (APK) sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi suap terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Direktorat Jenderal Hubla Tahun Anggaran 2016-2017. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *