oleh

KPK Tangkap Hakim PN Bengkulu

PENANEGERI, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap seorang hakim Pengadilan Negeri Bengkulu berinsial ‘S’, dari total tujuh orang yang berhasil ditangkap KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan mereka yang terjaring OTT tersebut sudah berada di Bandara Fatmawati Soekarno dan segera diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa di kantor KPK, Jakarta.

“Siang ini tim membawa pihak yang diamankan ke kantor KPK di Jakarta,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (7/9).

Menurutnya, dalam operasi senyap itu KPK telah berkoordinasi dengan Mahkamah Agung (MA). Febri mengatakan, MA memberi informasi untuk melancarkan OTT tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tujuh orang dalam operasi tangkap tangan di Bengkulu pada Rabu malam kemarin. OTT tersebut berkaitan dengan pemberian hadiah atau janji kepada penegak hukum di Pengadilan Negeri Bengkulu.

“Kami amankan sejumlah pihak ada sekitar tujuh orang yang kami dapat informasinya sejauh ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kamis, (7/9). Penangkapan tersebut dilakukan di Bengkulu dan Bogor, Jawa Barat.

Menurut Febri, sebagian orang yang ditangkap itu akan mengikuti proses pemeriksaan di Jakarta. KPK akan menetapkan status hukum selanjutnya setelah 24 jam.

Selain itu, kata Febri, penyidik menyita sejumlah uang sebagai bukti pemberian hadiah dan janji tersebut. Namun dia belum mengungkapkan berapa besaran uang hadiah tersebut. “Nanti akan disampaikan saat konferensi pers bersama Mahkamah Agung,” kata dia.

Atas penangkapan Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu,  Humas Pengadilan Negeri Bengkulu, Jonner Manik, membenarkan dua hakim dan seorang panitera telah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu petang (7/9) sampai dengan Kamis (8/9).

“Bahwa benar tadi malam ada Operasi Tangkap Tangan dari KPK di Bengkulu. yang dipanggil dan dibawa ke Polda oleh KPK adalah pegawai dari pengadilan, panitera pengganti, lalu ada hakim,” kata Jonner Manik, Kamis (8/9).

Jonner menyebutkan, yang dimintai keterangan dan dibawa KPK yakni panitera pengganti inisial HK, hakim karier jenis kelamin perempuan S, dan hakim adhoc Tipikor jenis kelamin perempuan inisial HA.

“Itulah nama-nama hakim dan panitera yang dimintai keterangan oleh KPK dan saat ini dibawa ke Mapolda Bengkulu,” kata dia

KPK memiliki waktu 1×24 jam melakukan pemeriksaan sebelum menentukan status dari pihak-pihak yang ditangkap tersebut.

“Hasil dari OTT direncanakan akan disampaikan sore atau malam ini melalui konferensi pers di KPK yg direncanakan akan dihadiri Pimpinan KPK dan MA,” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Selain hakim, ada juga Panitera Pengganti PN Bengkulu berinisial HK dan pihak lain berinisial D beserta anaknya. Dari informasi sementara, uang yang diamankan berjumlah Rp125 juta. Transaksi suap diduga berkaitan dengan penanganan perkara korupsi yang beberapa waktu lalu diputus majelis hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu.

Perkara dimaksud diduga perkara korupsi Kegiatan Rutin di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu Tahun Anggaran (TA) 2013 yang melibatkan Wilson, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang sekarang menjabat sebalai Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bengkulu. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *