oleh

KPPBC Langsa Musnahkan Barang Ilegal

-Aceh-32 views

PENANEGERI, Langsa – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Kuala Langsa memusnahkan barang-barang ilegal berupa bibit pohon kurma, kelapa dan ayam, Rabu (5/12) di halaman markas Kompi Brimob Sub Den 2 Den B Pelopor Aramiah, Aceh Timur.

Kepala KPPBC TMP C setempat, Mochamad Syuhada melalui siaran persnya kepada wartawan usai pemusnahan barang ilegal tersebut menyampaikan, barang-barang itu diamankan dari kapal motor (KM) Aman GT 25 No. 222/00d berupa bibit pohon kurma, bibit pohon kelapa dan ayam yang berasal di Pelabuhan Satun, Thailand dan akan dibongkar di Matang Seping, Aceh Tamiang.

Pemusnahan barang tersebut telah mendapatkan penetapan musnah dari Ketua Pengadilan Negeri Kuala Simpang Nomor 8/Pen.Pid/2018/PN Ksp tanggal 25 Oktober 2018.

Selain itu juga dilakukan pemusnahan atas barang milik Negara (BMN) eks pelanggaran di bidang cukai yaitu, berupa rokok sebanyak 1.564.240 (satu juta lima ratus enam puluh empat ribu dua ratus empat puluh) batang sesuai penetapan Surat Menteri Keuangan RI Namor S-437 IMK 06/2018 tentang persetujuan pemusnahan barang yang menjadi milik Negara pada KPPBC Tipe Madya pelabuhan C Kuala Langsa.

Baca Juga  Kanwil Bea Cukai Aceh dan KPPBC Langsa Hibahkan 25 Ton Bawang Merah

Barang kena cukai berupa hasil tembakau tersebut merupakan penindakan yang telah dilaksanakan di wilayah pengawasan KPPBC TMP C Kuala Langsa yaitu Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang, Gayo Luwes dan Kabupaten Aceh Tenggara.

“Peredaran rokok-rokok tersebut melanggar Undang Republik Indonesia Nomor : 39/2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang (UU) Nomor : 11 Tahun 1995 tentang cukai. Jenis pelanggaran cukai yang terjadi antara lain cukai bekas, pelekatan pita cukai palsu. pelekatan pita cukai tidak sesuai tanpa dilekati pita cukai (polos),” katanya.

Disebutkannya, total perkiraan nilai barang sitaan tersebut Rp 625.696.000, kerugian negara atas peredaran barang kena cukai ilegal tersebut diperkirakan sektor cukai sebesar Rp 547.434.000.

Sanksi hukum atas pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 huruf (a) UU RI Nomor : 17/2006 tentang perubahan atas UU Nomor : 10/1995 tentang kepabeanan. Setiap orang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan dibidang impor dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara 10 tahun dan pidana denda paling sedikit 50 jutadan banyak Rp 5 miliar.

Baca Juga  Lantamal I Gagalkan Penyelundupan 40 Ton Beras Ketan di Perairan Aceh Tamiang

Lanjutnya, dengan adanya sanksi hukum ini, diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyeludupan dan atau membeli hasil menyelundupkan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi petani dalam negeri serta mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk dan pajak.

“Hal ini sejalan dengan fungsi bea-cukai sebagai comunity proyektor,trade fasilitator, industrial assitance dan revenue collector untuk menjadi kementerian keuangan terpercaya dan bea cukai makin baik,” pungkasnya.

Tampak hadir pada acara pemusnahan tersebut diantaranya, Wali Kota Langsa, Tgk Usman Abdullah, SE, Kasubsi Penyidikan DJBC (Dirjen Bea dan Cukai) Langsa, Agus Teguh Rudianyo, Kajari Langsa diwakili Ajun Jaksa Madya Fauzan, SH, Danramil 11/Brb, Kpt Inf Noverlan Dantepbek Langsa, Kpt Cpl Gustav Sangaji, Karantina Pertaian Kls 1 Banda Aceh Wilker Langsa, Saud Edison Samosir dan Abdul Sawar, Danki Sub 2 Den B  diwakili Pa ops Aiptu M Thalib.

Komentar

Berita Terbaru