oleh

KPPBC Langsa Musnahkan Ribuan Karung Bawang Merah Ilegal

-Aceh-156 views

PENANEGERI, Langsa – Sebanyak 3.000 karung bawang merah illegal eks kapal motor (KM) Tetap Semangat-1 GT 20 No.246/QQd dimusnahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kuala Langsa, Jumat (30/8) di Kompi 2 Batalyon B Pelopor Brimob Aramiah, Aceh Timur.

Bawang merah ilegal itu dimusnahkan dengan cara ditimbun dalam lubang yang telah disiapkan, namun sebelumnya dihancurkan dengan menggunakan alat berat serta disiram minyak solar.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C setempat, melalui Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Zacky Taufik, kepada Penanegeri.com mengatakan, pemusnahan barang bukti ini hasil dari penangkapan pada Rabu (14/8) sekitar pukul 19.30 WIB, giat sinergisatgas Patkorkastima kapal patroli BC3005 telah melakukan penindakan terhadap KM Tetap Semangat berbendera Indonesia di kawasan perairan Tamiang.

Dimana, KM ini memuat dan mengangkut barang impor dari Penang.Malaysia tanpa dilengkapi dengan dokumen manifes. Muatan yang diangkut berupa bawang merah sebanyak 3.000 karung yang akan dibawa menuju Air Masin, Kabupaten Aceh Tamiang.

Baca Juga  Anak Buah Abu Razak, Wan Neraka Masih Dirawat di RS  Bhayangkara

“Nilai barang bukti ini diperkirakan sebesar Rp 722.100.000, atas upaya penyelundupan barang tersebut diperkirakan kerugian keuangan negara sebesar Rp 252.721.350,” sebutnya.

Lanjutnya, sanksi hukum atas pelaku tindak pidana kepabeanan dibidang impor sebagaimana diatur dalam Pasal 103 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor :17/2006 tentang perubahan atas UU Nomor : 10/1995 tentang kepabeanan yakni setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan dibidang impor dengan penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta, paling banyak Rp 5 miliar.

“Dengan adanya sanksi hukum ini diharapkan ada efek jera untuk pelaku usaha. Diimbau untuk tidak melakukan tindakan penyelundupan dan/atau membeli barang hasil penyundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam upaya melindungi petani dalam negeri serta mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk dan pajak.

Komentar

Berita Terbaru