oleh

Krisis Pengungsi Berlanjut, Anak-anak Rohingya Terkena Dampak

PENANEGERI, Desk Internasional – Krisis Rohingya masih berkelanjutan entah sampai kapan. Badan PBB UNICEF butuh dana untuk menolong 720.000 anak-anak Rohingya yang membutuhkan bantuan, baik di pengungsian, maupun anak-anak Rohingya yang berada di Myanmar yang rentan menjadi korban kekerasan.

Di tengah situasi krisis pengungsi Rohingya yang semakin dalam di Bangladesh, dan jumlah korban yang menyertainya pada anak-anak, yayasan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Children’s Fund- UNICEF) pada (2/10) mengajukan sebuah permohonan untuk tanggap darurat untuk menjangkau sekitar 720.000 anak-anak baik di pengungsi Rohingya maupun yang masih Myanmar dengan perlindungan dan bantuan.

“Sangat memprihantikan, anak-anak yang trauma dan keluarga mereka melarikan diri dari kekerasan di Myanmar setiap hari.” Anthony Lake, Direktur Eksekutif UNICEF, yang mengunjungi Bangladesh selatan.

“Anak-anak ini kehilangan masa kanak-kanak, mereka butuh bantuan kami sekarang dan mereka butuh bantuan untuk memiliki masa depan,” tambahnya.

Dana ini dibutuhkan untuk mencegah wabah penyakit yang ditularkan melalui air seperti diare, termasuk perluasan layanan air bersih dan sanitasi yang aman, serta perbaikan sistem kebersihan untuk anak-anak Rohingya, yang banyak di antaranya hidup dalam kekerasan dan kondisi tidak sehat di kamp darurat dan permukiman darurat.

Bantuan ini juga akan memberikan dukungan nutrisi setidaknya 60 persen dari perkiraan beban kasus 7.500 anak-anak yang menderita gizi buruk akut dan 70 persen anak-anak dengan dukungan mikronutrien, termasuk Vitamin A.

Bagian penting lainnya dari tanggapan ini adalah untuk mendukung dukungan psikososial dan rekreasi bagi hingga 180.000 anak-anak melalui kegiatan terstruktur di ruang ramah anak dan rujukan untuk anak-anak yang membutuhkan dukungan khusus.

Badan PBB juga akan memperluas jaringan pusat remaja untuk memberikan pelatihan keterampilan hidup, kegiatan rekreasi, dan dukungan psikososial kepada kelompok yang sangat rentan.

UNICEF juga akan memulai kampanye vaksinasi kolera oral, yang menargetkan semua anak di atas satu, dan 900.000 dosis vaksin diperkirakan tiba di Bangladesh pada tanggal 7 Oktober, mungkin sebelumnya.

Krisis pengungsi darurat ‘Tingkat 3’

Komite Tetap Antar-Lembaga ( Inter Agency Standing Committee – IASC), mengumumkan sebuah kondisi darurat Tingkat 3, yang membutuhkan dimulainya respons seluruh sistem PBB, dengan mekanisme, alat dan prosedur yang disepakati dalam penanganan krisis Rohingya.

Dalam berita terkait, badan pengungsi PBB juga mengeluarkan seruan tambahan untuk tanggap darurat bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Krisis Rohingya ini telah ditetapkan sebagai krisis ‘Level 3 Emergency’.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) membutuhkan dana $ 83,7 juta, persyaratan tambahan yang mendesak dari bulan September 2017 sampai Februari 2018 dan di atas masing-masing elemen dari Rencana Respon Awal untuk bantuaan ke Cox’s Bazar.  (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar