oleh

Kuala Jangka Bireuen Dangkal, Nelayan Terpaksa Dorong Boat

PENANEGERI, Bireuen – Sejak sebulan terakhir ini, nelayan kawasan Jangka, Kabupaten Bireuen tak bisa turun melaut akibat kondisi mulut kuala dikawasan itu dangkal.

Akibatnya, sebagian besar nelayan terpaksa harus mendorong boatnya saat pulang melaut dan sebaliknya bila hendak melaut.

Menurut sejumlah nelayan di Jangka kepada Penanegeri.com, Minggu (3/11) mengaku, dangkalnya mulut kuala tersebut akibat tertutup timbunan pasir yang dihempas ombak, sehingga menyulitkan boat saat masuk dan sebaliknya saat akan melaut.

“Kondisi itu sudah lama terjadi, bila ada boat yang ingin melaut, maka terpaksa harus menunggu air laut pasang, biasanya tengah malam,” ujar Ahmadi nelayan Jangka.

Dulu, tambahnya, kuala itu pernah dilakukan pengerukan, namun hanya bertahan beberapa bulan, terakhir dangkal lagi.

Hal senada juga diakui Jalaluddin, salah seorang nelayan lainnya. Menurutnya, akibat dangkalnya bibir Kuala, maka boat ukuran besar tidak bisa masuk dan terpaksa ditamban di tengah laut, tak kecuali boat ikan pancing.

“Bila kami pulang melaut, maka untuk sementara boatnya ditamban dulu, bila dipaksakan masuk melalui Kuala, maka boat terancam rusak,” terangnya.

Baca Juga  Yayasan Ini Gelar Konvoi Tolak Segala Bentuk Paham Radikal dan Terorisme

Sejatinya, dinas terkait untuk segera menanggulangi hal ini, sehingga Kuala Jangka normal dan bisa dimanfaatkan nelayan saat mencari rezeki setiap hari.

“Selama ini kami harus menunggu air pasang, baru bisa melaut, sebaliknya saat pulang melaut, kami juga harus menunggu air pasang menjelang tengah malam,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru