oleh

Kuliah di China, Mahasiswa Langsa Bebas Corona

-Aceh-53 views

PENANEGERI, Langsa – Salwa Islami Athirah (19) Seorang mahasisiwi Kampus Guangxi International Bussines For Vocarional Collage, Kota Nanning, China, tiba di rumahnya, Selasa (4/2) pagi.

Mahasiswi asal Gampong Paya Bujuk Tunong, Kecamatan Langsa Baru tersebut telah berada di China sejak tahun 2019.

Setiba di rumahnya, Salwa langsung diobservasi (pengamatan) oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Langsa, pada Rabu (5/2).

Kabid Pencegahan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Langsa, Bambang Irawan SKM M.Kes, didampingi petugas Puskesmas Langsa Baro menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, kondisi Salwa ini sehat dan negatif virus Corona.

Dijelaskannya, kedatangan piha Dinkes menemui Salwa di rumahnya yang baru saja pulang dari negara China, adalah untuk melakukan observasi dan mengetahui kondisi kesehatan dia langsung.

“Alhamdulillah, kondisi Salwa kini sehat, dan mudah-mudahan dia tidak terpapar virus Corona,” ujarnya.

Meskipun begitu, pihak Dinkes bersama Puskesmas Langsa Baro akan terus melakukan pengamatan terhadap Salwa, guna mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. Sesuai dengan aturan dalam waktu 14 hari warga setelah bepergian dari luar negeri atau datang dari negara endemis, bila mengalami gejala sakit wajib memeriksa kesehatan di fasilitas (faskes) terdekat.

Baca Juga  36 Calon Haji Bireuen Terpaksa Ditunda Keberangkatan

“Dinkes melalui Puskesmas Langsa Baro nantinya akan terus melakukan pemantauan berkala dan jika ada keluhan dari Salwa atau keluarganya maka diminta agar segera melapor atau mendatangi langsung faskes terdekat,” pintanya.

Sementara itu, Salwa Islami Athirah kepada wartawan, Rabu (5/2) menuturkan, dirinya pulang ke Indonesia dari Kota Nanning China pada Senin (2/2) lalu menggunakan pesawat dan transit di Bandara Kuala Lumpur, lalu kembali terbang dan tiba di Bandara Kualanamu, Sumut, Selasa (4/2) pagi.

Dijelaskan, sebelumnya ia mendapat kabar dari Pemerintah Aceh, agar kembali sementara ke Indonesia guna menghindari wabah virus Corona yang menyerang Negara Tirai Bambu tersebut.

Dirinya baru satu semester menimba ilmu di Jurusan Teknik Perminyakan Kampus Guangxi International Bussines For Vocarional Collage, Kota Nanning, China.

Sebelumnya, Salwa yang merupakan anak pertama dari dua bersuadara ini lulus seleksi beasiswa Kampus Guangxi International Bussines For Vocarional Collage, bersama 3 mahasiswa Indonesia lainnya asal Sidoarjo, Malang, dan Ponorogo.

Akan tetapi, ada seorang temannya asal Ponorogo memilih bertahan di Kota Nanning, China. Sehingga hanya 3 mahasiswa satu angkatan mereka yang kembali ke Indonesia.

Baca Juga  Ratusan PNS dan Warga Takziah di Rumah Almarhum Bupati Bireuen, H Saifannur

Saat kembali ke Indonesia, lanjut Salwa, ia satu pesawat dari Kota Nanning dengan seorang dosen di China asal Kota Banda Aceh. Namun, ketika transit di Kuala Lumpur, dosen itu langsung terbang ke Banda Aceh, sedangkan saya pesawat tujuan Kuala Namu.

“Dari Kota Nanning tempat saya kuliah dengan Kota Wuhan jaraknya sangat jauh yakni sekitar 1.200 km,” tutup Salwa.

Komentar

Berita Terbaru