oleh

Kulit Sapi Meugang Laku Keras di Bireuen, Jelang Sore Harga Daging Rp 140 ribu

PENANEGERI, Bireuen – Selain daging, para pedagang musiman saat hari meugang juga memanfaatkan peluang lain untuk meraih rezeki dengan menjual kulit sapi yang telah dikupas.

Kulit sapi yang telah dikupas dagingnya kembali dijual ke pihak agen pengumpul, sementara kulit sapi tetap diminati para agen dan akan dipasarkan kembali ke Medan, Sumetara Utara.

“Satu kilo kulit sapi ini kita beli Rp 11 hingga Rp 12 ribu dari pedagang, setelah terkumpul selanjutnya kami jual kembali ke Medan,” terang Usman warga Kota Juang, Bireuen kepada Penanegeri.com, di kawasan Langgar Square Bireuen, Minggu (5/5).

Menurut Usman, seluruh kulit sapi yang ditampungnya ini, kembali dijual ke pihak agen di Medan untuk diolah kembali dan dijadikan makanan seperti kerupuk olahan.

Setelah dikumpulkan semuanya, tambah Usman, seluruh kulitnya kembali dibersihkan dan dikeringkan baru bisa terjual kebali.

“Tak hanya di Bireuen, kami juga mengumpul kulit sapi ke setiap daerah, seperti di Sigli, Aceh Utara, Lhoksukon serta Panton Labu. Disetiap daerah itu semuanya ada agen pengumpul kusus,” sebut M Yusuf agen pengumpul lain di Bireuen.

Baca Juga  Minimalisir Keluhan, BPJS Kesehatan Langsa Jadwalkan Sosialiasi Permenkes No 51 Tahun 2018

Rp 140 ribu

Menjelang sore hari, harga daging meugang di Bireuen mengalami penurunan harga hingga Rp 140 ribu perkilogram, sementara sejak pagi harga daging meugang mencapai Rp 170 ribu perkilogram.

Kulit
(Penanegeri/Joniful Bahri) : Seorang pedagang daging meuganag sedang melayani pembeli, hingga siang harga daging meugang di Bireuen turun Rp 140 ribu perkilo, Minggu (5/5).

Sedangkan untuk hari meugang pertama, Sabtu (4/5) kemarin, harga daging meugang di kawasan Langgar Square sekitar Rp 160 ribu perkilogram.

“Kalau sekarang harganya sudah turun dan sudah dapat Rp 140 ribu perkilogram, tapi kalau tadi pagi ada yang jual Rp 160 ribu hingga Rp 170 ribu perkilogram,” ujar Lukman seorang pedagang daging meugang kepada Penanegeri.com, Minggu (5/5).

Inforamsi lain yang didapat, penjualan harga daging di pasar Induk Cureh, Geulanggang Gampong, Kota Juang hingga menjelang siang masih berkisar Rp 160 ribu perkilogram.

Disisi lain, warga lebih memilih daging ayam kampung dan ayam potong yang sudah dikupas. Selain praktis, harganya juga terjangkau, disaat ekonomi masyarakat Bireuen yang kurang mendukung.

“Ya saya hanya dapat beli ayam kampung dengan harga yang relatif murah yakni Rp 80 ribu satu ekor dan dagingnya sekitar 1 kilogram. Kalau beli daging sapi terlalu mahal, apa lagi ekonomi kami tidak mendukung,” ujar seorang ibu rumah tangga asal Kota Juang, Bireuen, Salbiah.

Komentar

Berita Terbaru