oleh

Lagi, Senjata Api Tiba di Bandara Sipil

PENANEGERI, Bengkulu – Belum lama berselang adanya peristiwa impor 280 senjata, dan lebih dari 5.000 amunisi yang ditahan di terminal kargo Bandara Soekarno-Hatta, yang notabene adalah bandara sipil, kini otoritas keamanan kembali menahan senjata api, air softgun, amunisi, dan peralatan militer lainnya, di Bandara Fatmawati, Bengkulu, yang juga merupakan bandara sipil.

Dari informasi yang diterima Penanegeri.com menyebutkan, Rabu (4/10) sekitar pukul 08.45 WIB telah tiba di terminal cargo Bandara Fatmawati Bengkulu sebanyak 10 (sepuluh) koli via pesawat Garuda dengan pengirim BNN (Badan Narkotika Nasional) RI Jl MT Haryono No  11 Cawang Jakarta.

Berdasarkan hasil scan dari detektor X-ray Bandara Fatmawati Bengkulu sedikitnya 2 (dua) koli dari barang itu terlihat berisi senjata api.

Sampai dengan hari Rabu (4/10) barang tersebut masih ditahan oleh Korem 041/Gamas bersama Lanal Bengkulu di terminal cargo Bandara Fatmawati Bengkulu.

Bandara

Setelah dilaksanakan pengecekan dan pembongkaran terhadap isi yang diduga senjata api, berdasrkan hasil X-ray diperoleh data sebagai berikut, senjata jenis Saiga-12CEXP-01 kaliber 18,3 MM jumlah 5 pucuk (buatan Rusia), senjata pistol jenis CZ P-07 (Softgun) kaliber 22 mm jumlah 21 pucuk, sarung pistol jumlah 42 buah, rompi anti peluru 21 stel serta 5 koli barang yang belum dibongkar .

“Sebanyak 10 koli via Pesawat Garuda No 296 milik Sdr. Adi Darmawanto di Bengkulu dengan alamat Jalan Glatik Atas No. 30 RT/10 RW 09 Bengkulu,” tulis laporan tersebut.

Otoritas setempat menyatakan, barang tersebut dikirim oleh BNN RI di Jalan MT Haryono No 11 Cawang, Jakarta.

 

 

Sementara, Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Brigjen Pol Nugroho menjelaskan bahwa paket senjata itu memang merupakan milik institusi yang dipimpinnya.

“Itu senjata resmi, saya minta ke BNN pusat,” terang Brigjen Nugroho kepada wartawan, Rabu (4/10).

Senjata yang dikirim ini berjenis Saiga-12CEXP-01 kaliber 18,3 MM berjumlah 5 pucuk buatan Rusia, CZ P-07 softgun kaliber 22 mm sebanyak 21 pucuk.

Terdapat pula rompi anti peluru dan sarung pistol juga ada di dalam paket itu.

Bandara

Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Provinsi Bengkulu, Brigjen Pol Nugroho menjelaskan permintaan pengiriman senjata dikarenakan memang untuk opersional para personelnya. Lantaran di BNNP Provinsi jumlah senjata api saat ini kurang memadai.

“Kalau soal alamat pengiriman, itu tadinya memang dikirim ke rumah anggota kami. Biar lebih mudah saja pengambilannya. Ini jenis senjata sipil bukan militer,” kata Nugroho.

“Memang kurangnya koordinasi dengan petugas di Bandara, sampai jadi ramai seperti ini. Tapi kan pengirimannya juga dikawal oleh empat orang petugas dari kami,” katanya.

Sementara itu Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko membenarkan senjata yang ditahan personel TNI itu milik BNN. Menurut dia, terjadi kesalahpahaman terkait pengiriman senjata itu.

“Jadi senjata itu benar organik BNN. Senjata itu memang dikirimkan dari BNN pusat untuk digunakan di BNNP Bengkulu,” kata Sulistiandriatmoko kepada wartawan Rabu (4/10). (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *