oleh

Lahan Peternakan Sapi Milik Pemkab Bireuen Masih Ompong

PENANEGERI, Bireuen – Lahan peternakan Seluas 66 hektare milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Juli, Kabupaten setempat diduga menjadi lahan fiktif.

Pasalnya lahan tersebut direncanakan akan segera dibangun sebagai kawasan pusat peternakan milik pemerintah setempat. Namun, sejuah ini masih telantar dan belum terlihat adanya tanda-tanda akan dilaksanakan rencana pembangunan tersebut.

Bahkan informasi yang berkembang, proyek yang dikerjakan Pemkab Bireuen itu diduga telah mendahului anggaran.

Ironisnya, areal seluas itu diakui telah ditanami rumput sebagai pakan ternak, namun hingga saat ini tak satupun sapi atau hewan ternak peliharaaan dari Pemkab Bireuen terlihat di kawasan tersebut, kecuali ternak sapi milik warga sekitar Krueng Simpo.

Wacana awal, kabar yang digembar – gemborkan pimpinan Bupati Bireuen Saifannur – Muzakkar A Gani, kawasan pertenakan itu segera dimanfaatkan sebagai lahan peternakan dengan menampung 200 ekor sapi jenis Brahma Cross, bantuan Kementerian Pertanian RI Juli 2018 lalu.

“Tapi kalau kami lihat, tak ada sapi jenis Brahma Cross satupun dilahan itu, kecuali ternak warga yang merumput sekitar lahan itu,“ ujar M Jalil salah seorang warga Ranto Panyang kepada Penanegeri.com, Selasa (4/12).

Baca Juga  Pengadaan Mobil Mewah Bupati Bireuen Akhirnya Dicoret

Sementara informasi lain yang diperoleh, belakangan Pemkab Bireuen merelokasikan biaya perencanaan ratusan juta rupiah, mulai pembersihan lahan (land clearing), penghijauan ke  lokasi itu dengan mengurus dana dari APBK dan APBKP TA 2018 sebesar Rp 2 miliar.

Tak hanya itu, Pemkab Bireuen juga mengalokasikan dana tambahan melalui Dinas Pertanian sekitar Rp 700 juta lebih untuk biaya penataan kawasan peternakan itu.

Awalnya, atau sekitar Maret 2018 lalu  Bupati Bireuen, H Saifannur S.Sos didampingi dinas terkait pernah meninjau langsung peternakan yang sempat terlantar itu. Rencananya memang akan dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi sebagai kawasan peternakan.

Bahkan, Bupati Bireuen Saifannur juga mengerahkan 4 unit alat berat, mulai beko dan buldoser untuk melakukan pembersihan lahan peternakan yang sudah ditumbuhi semak belukar.

“Ini merupakan aset pemerintah, lahan peternakan dan akan segera kita fungsikan seperti sediakala, kerana sudah lama terbengkali akibat konflik,” katanya beberapa waktu lalu.

Bahkan Ia mengaku, lahan yang selama ini telah dimanfaatkan masyarakat, segera diambil alih lagi dan dijadikan lahan peternakan terpadu.

Dengan bangga Saifannur mengatakan, tahun ini juga (2018_Red), lahan peternakan ini harus aktif kembali, tahap pertama kita budidayakan sapi brahma (sapi impor) dari Australia.

Baca Juga  Bupati Bireuen Resmi Buka Peltada Atlet Pora

Akan tetapi, apa yang dilontarkan Bupati Bireuen Saifannur itu hingga akhir tahun 2018 ini, tak ada tanda – tanda akan difungsikan, bahkan lahan perternakan itu masih seperti sediakala, terlantar.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Ir Alie Basyah, M.Si yang dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler dan pesan WhatApp, Selasa (4/12) tidak menjawab dan belum membalas WhatsAppnya.

Tak hanya itu, sejumlah awak media juga mengakui, jika Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Ir Alie Basyah sangat susah untuk dihubungi, bahkan disebut-sebut ia memiliki puluhan nomor telepon seluler.

Komentar

Berita Terbaru