oleh

Laksdya Taufiq: Keberhasilan Bakamla Bukan di Darat, Tapi di Laut

PENANEGERI, Jakarta – “Satu hal yang harus selalu kita ingat bahwa keberhasilan Bakamla bukan di darat, tetapi di laut”.

Demikian dikatakan Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Ka Bakamla RI) Laksamana Madya (Laksdya) TNI A. Taufiq R., dalam arahannya saat memimpin apel besar bagi seluruh personel Bakamla RI wilayah Jakarta, di Kantor Pusat Bakamla RI, Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl. Proklamasi-56, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2018).

 

Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Ka Bakamla RI) Laksamana Madya (Laksdya) TNI A. Taufiq R.

Pagi itu tak ada pengecualian, semua personel mulai honorer hingga pejabat tinggi semuanya wajib mengikuti apel pagi.

Bahkan semua staf pribadi (Spri) yang kini berubah nama menjadi staf administrasi (Smin) itu pun terlihat turut memenuhi Aula gedung bersejarah itu.

Laksdya Taufiq mengatakan, melihat kondisi saat ini, untuk memajukan Bakamla perlu waktu 5 tahun.

 

Karenanya, kendatipun dirinya baru saja mulai menjabat Kepala Bakamla, mantan Wakasal itu sudah berkeinginan agar kelak calon penggantinya benar-benar memahami konsep yang saat ini sudah mulai dijalaninya.

Keberhasilan suatu instansi tak terkecuali Bakamla, lanjutnya, sangat dibutuhkan pemimpin yang tangguh dan personel yang profesional.

 

Meskipun personelnya profesional tetapi bila pemimpinnya tidak tangguh maka tidak mungkin bisa membuahkan hasil yang sempurna, demikian juga sebaliknya meskipun sudah memiliki pemimpin tangguh namun bila tidak memiliki personel yang profesional maka itu juga tak akan membuahkan hasil yang sempurna pula.

 

Guna mewujudkan cita-cita membangun institusi yang handal di bidang keamanan dan keselamatan laut serta meraih kepercayaan publik, Bakamla RI bekerjasama dengan jajaran Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dalam membangun kapasitas dan kapabilitas personel Bakamla RI sebagai paramiliter.

 

Lebih lanjut orang nomor satu di Bakamla itu meminta kepada seluruh jajarannya agar memiliki tanggung jawab moral terhadap institusi, tentu sesuai dengan tingkat tanggungjawabnya. Alumnus AAL Angkatan 30 tahun 1985 itu juga mengingatkan kepada jajarannya agar banyak belajar, banyak membaca buku coast guard negara-negara lain.

Pada kesempatan tersebut, Laksdya Taufiq lebih menyoroti tentang 4 hal, yakni bidang pembinaan personel, operasi, logistik, dan perencanaan.

Di bawah kepemimpinya, Bakamla RI akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Hal itu menurutnya dibutuhkan cooperasi antara pemimpin yang tangguh dengan para personil yang profesional.

Kedua hal ini dibutuhkan untuk terbentuknya sebuah organisasi atau tim yang tangguh dan kuat.

“Cooperation antara Bakamla dengan Organisasi lainnya pun dibutuhkan untuk terciptanya sinergi antar organisasi”, tegasnya.

Yang ke-dua, Bakamla RI berkerjasama dengan Kemenpan RB dalam hal proses recruitment yang akan dilatih dan dididik di lingkungan TNI Angkatan Laut dengan basic dasar-dasar kemiliteran.

Di bidang pembinaan Operasi Laut, menurutnya, merupakan faktor penentu sekaligus tolak ukur keberhasilan Bakamla dalam menjalankan tugas pokoknya agar hasil opersi laut yang diselenggarakan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia khususnya masyarakat nelayan, serta penduduk yang tinggal di pesisir dan pulau-pulau terpencil serta mereka yang tinggal di perbatasan.

Pimpinan tertinggi Bakamla itu mengatakan, Bakamla bukan organisasi administrasi ataupun organisasi pembinaan, namun Bakamla RI merupakan institusi penjaga keamanan dan keselamatan laut, sekaligus organisasi operasional yang diperkuat dengan personel yang memiliki kejuangan dengan semangat militansi tinggi, mumpuni, tangguh dan mencerminkan identitasnya sebagai coast guard.

Sebagai tindakan segera dan jangka panjang Kabakamla RI menyampaikan perlunya upaya pembinaan bidang perencanaan, Logistik dan validasi organisasi guna mewujudkan harapan kejayaan Bakamla RI dan membangun opini publik yang positif dengan wujud kerja nyata dalam hal penegakkan hukum di laut bekerjasama dengan beberapa instansi bidang kemaritiman di tingkat nasional, regional, dan internasional. (*/Pen)

Komentar

Berita Terbaru