oleh

Lakukan Provokasi di Medsos, Polda Aceh Ringkus Tentara Aceh Merdeka 

PENANEGERI, Banda Aceh – Tim Satgas KKB Polda Aceh berhasil meringkus YID dan RD, merupakan Tentara Aceh Merdeka (TAM)/Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam Aceh Merdeka (PKAD-AM), Kamis (7/11) sekitar pukul 10.25 WIB, di Desa Cot Raboh Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.

Kedua pelaku diamankan karena diduga melakukan provokasi atau SARA melalui media sosial Facebook atas nama Yahdi Illarrusydi dg link : https://www.facebook.com/yahdi.smh

Demikian disampaikan,  Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono didampingi Dir Reskrimum, Kombes Pol Agus Sarjito dan Dir Reskrimsus , Kombes Pol T Saladin, Kamis (7/11) malam, saat menggelar konfresi pers di Mapolda Aceh.

Menurutnya, video ancaman yang juga mengandung ujaran kebencian itu sempat viral pada September 2019. Dimana, dalam video itu mereka meminta kepada warga yang bukan etnis Aceh segera keluar dari Aceh,  bahkan mareka mberi  batas waktu  4 Desember 2019. Jika tidak, maka mereka akan melakukan kekerasan sambil menampilkan senjata.

Berdasarkan hal tersebut, Tim Satgas KKB mencoba menelusuri identitas pelaku atas nama YIR selaku Jubir Tentara Aceh Merdeka (TAM)/Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam Aceh Merdeka (PKAD-AM) dan akhirnya berhasil mengamankannya.

Baca Juga  Sepmor Kontra Truk Tronton di Aceh Timur, Dua Orang Meninggal Dunia

Selain mengamankan YIR, Tim gabungan Polda tersebut juga mengamankan RD yang bertugas sebagai ajudan YIR.

Lanjut Kabid Humas, dari keduanya petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti yakni, satu pucuk senpi laras pendek rakitan, enam butir peluru, satu buah buku tabungan BRI Britama aatas nama Ibnu Husen, satu buah paspor atas nama Ridhwan Muhammad Jafar, satu buah ATM BNI, satu buah ATM, satu buah KTP atas nama Yahdi Ilarrusydi, satu unit handpon Nokia, satu unit Hp Vivo, satu unit Hp Samsung, satu unit Hp brand code, satu buah dompet, satu kain sall warna hitam putih kotak-kotak, 6 enam lembar bendera, satu buah pasang sepatu PDL,  satu buah Pisau, 13 celana oreng, 19 baju loreng dan 2 buah surban motif hitam putih kotak-kotak.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan ‎Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor : 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-Undang RI Nomor : 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Baca Juga  Ormas di Aceh Utara Minta Perempuan Tak Berkeliaran di Malam Hari

Kemudian, juga Undang-Undang Darurat Nomor : 12 Tahun 1951 Tentang Kepemilikan Senjata Api Ilegal dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun, serta Pasal 368 KUHP tentang Pengancaman.

“Saat ini, kedua tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolda Aceh untuk penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru