oleh

LBH Jakarta Minta Polisi Stop Penyidikan Wanita Pembawa Anjing

PENANEGERI, Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum Jakarta menilai perempuan berinisial SM yang membawa anjing masuk ke Masjid Al-Munawaroh, Sentul City, Bogor, Jawa Barat, tidak cakap hukum karena mengalami gangguan jiwa jenis skizofrenia sehingga tidak bisa diproses hukum.

“LBH Jakarta meminta agar kepolisian tidak melakukan penahanan dan berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang membuktikan bahwa SM dalam kondisi kambuh, melepaskan SM dengan pertimbangan ketidakcakapan hukum akibat kesehatan SM sebagai penyandang disabilitas mental skizofrenia (relaps) yang berhak atas keadilan dan perlindungan hukum,” kata Direktur LBH Jakarta Arif Maulana berdasarkan keterangan tertulis pada Kamis (11/7/2019) dikutip dari detik.com.

Arif menilai penahanan SM berpotensi pada pelanggaran terhadap perlindungan hak atas kesehatan. Menurutnya, SM membutuhkan perawatan khusus secara mandiri.

“Penahanan terhadap yang bersangkutan justru berpotensi mengakibatkan pelanggaran terhadap jaminan pemenuhan dan perlindungan hak atas kesehatan SM yang mengalami disabilitas mental jenis skizofrenia.

SM dalam kondisi saat ini justru membutuhkan perawatan khusus serta memperoleh kesamaan dan kesempatan secara mandiri dan bertanggung jawab menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya,” lanjutnya.

Lebih lanjut LBH Jakarta meminta polisi menghentikan proses penyidikan SM.

Arif menilai tidak ada bukti yang kuat terpenuhinya unsur penodaan agama dalam peristiwa itu.

“Kepolisian segera menghentikan proses penyidikan dengan menerbitkan SP3 (Surat Penghentian Penyidikan), dikarenakan tidak adanya bukti yang cukup kuat dan tidak terpenuhinya unsur subjek hukum yang cakap (kemampuan pertanggungjawaban pidana) serta tidak terpenuhinya unsur pasal pidana penodaan agama dalam peristiwa tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, LBH Jakarta meminta masyarakat menahan diri terhadap perkara SM. Arif berharap masyarakat dapat memahami bahwa wanita pembawa anjing ke masjid penyandang disabilitas mental.

“Masyarakat dapat menahan diri dan menyikapi permasalahan ini dengan kepala dingin dan jernih. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat lebih mengerti, memahami, bijaksana, serta terbuka terhadap permasalahan kesehatan mental dan kejiwaan, termasuk masalah yang dialami oleh penyandang disabilitas mental tipe skizofrenia seperti SM,” ucap Arif.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading mengatakan SM saat ini dirawat di Rumah Sakit dr H Marzoeki Mahdi, Bogor, Jawa Barat. Dia dirawat dengan status sebagai tahanan.

“Untuk tersangka SM sendiri, hasil daripada koordinasi dan keterangan dari rumah sakit, dari ahli jiwa, bahwa yang bersangkutan perlu perawatan sehingga yang bersangkutan kita rawat di RS Marzoeki Mahdi. Statusnya tahanan,” kata AKBP Dicky di Polres Bogor, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (5/7). (*/dtc)

Komentar

Berita Terbaru