oleh

Ledakan Guncang Perbatasan Myanmar-Bangladesh di tengah Arus Pengungsi

PENANEGERI, Desk Internasional- Dua ledakan keras mengguncang daerah di sisi Myanmar di perbatasan dengan Bangladesh pada hari Senin (4/9), disertai dengan suara tembakan dan asap hitam tebal.

Ledakan ini terjadi ditengah peristiwa eksodus kaum Rohingya Myanmar ke Bangladesh.

Hingga kini tercatat  hampir  sejumlah 90.000 jiwa Muslim Rohingya  telah melarikan diri dari Myanmar  ke Bangladesh.

Jumlah pengungsi ini tidak menunjukkan tanda-tanda berkurang, namun justru cenderung bertambah.

Penjaga perbatasan Bangladesh mengatakan kepada Kantor Berita Reuters, seorang wanita kehilangan kaki dari ledakan sekitar 50 meter di dalam wilayah Myanmar dan korban kemudian dibawa ke Bangladesh untuk mendapatkan perawatan.

Kantor berita Reuters juga melaporkan adanya ledakan dan asap hitam menjulang di dekat sebuah desa di Myanmar.

Penjaga perbatasan Bangladesh mengatakan atas kejadian ledakan itu, bahwa mereka percaya wanita yang terluka tersebut menginjak sebuah ranjau anti-personel, meskipun hal itu tidak dikonfirmasi.

Dua pengungsi juga mengatakan kepada Kantor Berita Reuters bahwa mereka melihat anggota tentara Myanmar di lokasi tersebut dalam waktu dekat sebelum ledakan yang terjadi sekitar pukul 02.25.

Kantor Berita Reuters menyatakan tidak dapat secara independen memverifikasi bahwa perangkat yang ditanam adalah ranjau darat dan bahwa ada kaitan dengan tentara Myanmar.

Juru bicara pemimpin nasional Myanmar Aung San Suu Kyi, Zaw Htay, mengatakan bahwa sebuah klarifikasi diperlukan untuk menentukan “Di mana bom meledak, siapa yang bisa pergi ke sana dan yang meletakkan ranjau darat itu. Siapa yang pasti bisa mengatakan ranjau itu tidak diletakkan oleh teroris ? ” kata Jubir pemerintah Myanmar,seperti dikutip Kantor Berita Reuters.

Kekerasan terakhir di negara bagian Rakhine di barat laut Myanmar dimulai pada 25 Agustus, ketika gerilyawan Rohingya menyerang pos polisi Myanmar.

Hal ini memicu serangan balik militer Myanmar,  dan memicu rangkaian tindak kekerasan, serta berakibat pada eksodus besar-besaran para penduduk desa di kawasan Rakhine Myanmar menuju ke wilayah Bangladesh.

Krisis di Myanmar ini telah berkepanjangan, dan memicu reaksi luas dunia Internasional, yang semuanya bernada keprihatinan mendalam atas situsi krisis yang menimpa kaum Rohingya di Myanmar. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *