oleh

Leon McKenzie Putuskan Pensiun dari Dunia Tinju

PENANEGERI, Tinju – McKenzie telah memutuskan untuk megakhiri karir di dunia tinju profesional setelah mengalami kekalahan dari Cello Renda untuk pertarungan kelas menengah.

Mantan pesepakbola, yang mengambil karir di dunia tinju pada bulan Juni 2013 setelah pensiun dari sepakbola, berakhir dengan rekor di ring delapan kemenangan, dua kekalahan dan sekali hasil imbang.

McKenzie tampak akan meraih kemenangan dalam bentrokan hari Sabtu di London untuk mendapatkan gelar, namun ia menyerah pada rentetan pukulan di ronde kedua.

McKenzie memposting sebuah pesan di akun Twitter dimana dia mengucapkan terima kasih pada olahraga tersebut, namun mengakui ‘saatnya’ untuk pindah ke tempat baru.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada manajer saya Steve Goodwin, KC & tim, keluarga saya yang telah berada di sisi untuk terus memberikan dukungan, tidak hanya di ring tapi melalui kehidupan,” tulisnya dilansir dari BoxingScene, Senin (11/9).

“Ini sangat sulit dilakukan tapi berbicara dengan ayah menjadi pahlawan saya, dan orang-orang terkasih, saya harus jujur dengan diri saya dan semua orang. Beberapa pertarungan terakhir yang telah ditanggung tubuh saya dan saya kira usia 40 tahun, sebaiknya hal yang menguras fisik dikurangi,” tambah McKenzie.

“Pikiran dan hati saya ingin terus bertinju, sayangnya tubuh tidak akan membiarkan saya, yang membuat saya tidak punya pilihan kecuali pensiun. Pada hari Sabtu saya memberikan segalanya dan meninggalkan segalanya dalam kelelahan diatas ring. Saya benar-benar berharap tinju menghormati saya seperti saat saya menghormati olahraga ini. Saya sangat berterima kasih pada ayah saya yang memberikan dukungan untuk berada di olahraga ini, dia benar-benar membimbing saya,” terangnya.

“Saya akan melanjutkan perjalanan saya dengan cara lain di mana saya dapat mengubah masalah mental dan mencari cara lain untuk membantu orang-orang,” lanjut McKenzie.

Mantan pemain Crystal Palace dan Norwich City itu menjadi petinju profesional ketika berusia 35 tahun, mengikuti jejak ayah, pelatih dan mantan juara Eropa Clinton, dan pamannnya yang pernah menjadi juara kelas tertentu.

Setelah delapan kemenangan dan satu hasil imbang dari sembilan pertarungan awal, termasuk kemenangan dalam pertarungan gelar Master Internasional, McKenzie kalah dengan keputusan juri dalam pertarungan gelar melawan Jahmaine Smyle pada November lalu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *