oleh

Longsor di Jalan Bireuen-Takengon Kilometer 9 Balee Panah Juli Belum Ditangani

PENANEGERI, Bireuen – Ruas jalan Bireuen-Tekengon tepatnya di kilometer 9, kawasan Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen yang ambruk hingga kini belum juga ditangani dengan serius, Jumat (11/1).

Selain ruas jalan nasional itu, satu unit rumah milik Mustafa warga Balee Panah yang ikut ambruk saat banjir yang terjadi bulan lalu juga belum tertangani.

Pantauan Penanegeri.com dilokasi, selama belum tertangani, arus lalu lintas di jembatan Balee Panah, lintas nasional Bireuen-Takengon itu harus berhati-hati saat melintas.

“Belakangan ini kendaraan dari dua arah terpaksa hati-hati, bahkan tidak bisa saling mendahului. Bila mendahului maka bisa terjadi kecelakaan, sebagian badan jalannya sudah ambruk,” ujar salah seorang warga setempat, M Zahri.

Selama belum tertangani, sambungnya, di titik longsor itu sudah dipasang garis polisi (police line), agar pelintas berhati-hati.

Sementara rumah milik Mustafa yang ikut ambaruk setelah penahan tebing alur sungai di Balee Panah longsor di kawasan itu belum juga direnovasi oleh pemerintah setempat.

Sejak kejadian itu, Mustafa dan keluarganya masih mengungsi ke rumah tetangganya, karena rumahnya mengalami rusak berat dan belum ada tanda-tanda ditanggungalangi.

“Hingga hari ini kami dan keluarga masih tinggal dan mengungsi ke rumah tetangga, karena hingga hari ini rumahnya belum juga di dieenovasi pasca ambruk bulan lalu,” terangnya.

Komentar

Berita Terbaru