oleh

LSM di Agara Minta Polda Aceh Usut Dugaan Penyunatan Dana di Disparpor

PENANEGERI, Aceh Tenggara – Kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh Tenggara (Agara) meminta pihak Polda Aceh untuk mengambil alih dan menangani dua kasus penyunatan dana yang diduga dilakukan oleh Kadisparpor Agara, pada kegiatan Festival Leuser Agara dan penyunatan honor staf Disparpor setempat, saat studi banding ke Bali beberapa waktu lalu.

Bahkan tak tanggung-tanggung, tiga LSM yang ada di Bumi Metuah Sepakat Segenep itu, mendesak pihak Polda Aceh untuk mengusut tuntas dua kasus dugaan tersebut.

Seperti yang disampaikan Ketua LSM Lembaga Anti Korupsi Aceh Tenggara, Nawi Sekedang, SE yang melihat ada keanehan dan keganjilan dalam pengungkapan kedua kasus dugaan penyunatan tersebut oleh pihak Polres Aceh Tenggara.

“Saya merasa ada keanehan dan keganjilan dalam pengungkapan kedua kasus dugaan penyunatan dana Festival Leuser Agara dan penyunatan honor staf Disparpora Agara yang diduga dilakukan oleh Kepala Dinasnya. Ada apa ini, apakah ada upaya pembekingan oleh pihak aparat, sehingga kasus ini tidak ditindak lanjuti,” tanya Nawi, Senin (10/12).

Padahal sambung Nawi Sekedang, dua dugaan kasus itu telah lama diungkap ke publik, jadi mana mungkin pihak kepolisian tidak mengetahui hal itu.

“Hampir dua pekan ini, dua kasus itu menjadi perbincangan hangat warga Kutacane. Bahkan kedua kasus itu juga sempat viral di medsos,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua LSM Topan RI Agara, H Marwan, jika memang pihak Polres Agara tidak mampu bekerja secara profesional, sudah sepantasnya pihak Polda Aceh untuk mengambil alih kedua kasus tersebut.

“Saat ini masyarakat Agara sedang menanti-nanti adanya kepastian hukum terhadap kedua kasus penyunatan yang diduga dilakukan oleh Kadis Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Agara itu,” ujarnya.

Pun demikian, jika kedua kasus tersebut tidak bisa diungkap dan diperiksa es kan, tentu jelas menjadi preseden buruk bagi lembaga penegak hukum, khususnya pihak Kepolisian. Jangan sampai kepercayaan publik sirna, hanya gara-gara oknum yang diduga berusaha melindungi oknum Kadisparpol Agara.

“Jika hukum sudah tidak dapat dipertuan agungkan lagi, maka hukum rimbalah yang akan berbicara. Apa perlu seperti itu,” tantang H Marwan.

Secara terpisah, Ketua LSM Gerakan Anti Korupsi Alas Generasi, Arafik Beruh, SHi, menyampaikan, jika dua kasus penyunatan itu tidak bisa diselesaikan, maka percuma saja daerah ini memberikan kompensasi hibah Milyaran Rupiah kepada pihak Kepolisian Aceh Tenggara, untuk membangun infrastruktur Mapolres Agara.

“Sesuai dengan pesan yang disampaikan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian saat launching dan peresmian Mapolres Agara beberapa waktu silam, jika pihak Polres Agara tidak mampu meningkatkan kinerjanya, maka sia-sia saja pemerintah daerah memberikan kompensasi hibah Milyaran Rupiah,” sampai Arafik Beruh.

Akan tetapi sambung Arafik, kini sangat nyata didepan mata, dua kasus dugaan penyunatan dana tidak juga diungkap hingga saat ini, padahal kasus tersebut sempat viral dan heboh di Agara.

Untuk itu, ketiga Ketua LSM di Agara itu meminta pihak Polda Aceh segera mengambil langkah kongkrit dan mengambil alih kedua kasus dugaan penyunatan tersebut, sebagai wujud nyata Tribrata Polri itu bukan slogan belaka, pungkas ketiga Ketua LSM Agara ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar