oleh

MA Berhentikan Sementara Hakim PN Bengkulu Dewi Suryana yang Terkena OTT KPK

PENANEGERI, Jakarta-Mahkamah Agung (MA) memberhentikan sementara hakim anggota Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu Dewi Suryana dan Panitera Pengganti di PN Tipikor Bengkulu bernama Hendra Kurniawan. Keduanya diberhentikan sementara sampai berkekuatan hukum tetap.

Keduanya diberhentikan sementara setelah terkena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus suap terkait dengan penanganan perkara nomor 16/Pid.Sus-TPK/2017 PN Bgl, dengan terdakwa Wilson.

Pemberhentian sementara hakim dan panitera yang tersandung kasus suap itu disampaikan Ketua Muda Bidang Pengawasan Mahkamah Agung, Sunarto, dalam jumpa pers bersama KPK, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (7/9).

“Mahkamah Agung setelah mendengar informasi dari KPK bahwa ada yang kena OTT, langsung memberhentikan aparatur yang kena OTT yaitu seorang hakim di PN (Tipikor) Bengkulu dan panitera pengganti di PN (Tipikor) Bengkulu,” kata Ketua Muda Bidang Pengawasan Mahkamah Agung, Sunarto.

Selain itu, Mahkamah Agung juga menonaktifkan sementara Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu selaku atasan langsung dari hakim yang jadi tersangka kasus ini.

Dalam keterangannya, juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, tim satgas KPK juga menemukan uang dugaan suap sebesar R.p40 Juta di belakang rumah Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu, Dewi Suryana.

“Uang ditemukan dibagian belakang rumah, diduga uang tersebut sempat dibuang dibagian halaman belakang,” kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (8/9/2017).

Tim KPK mengamankan uang sebesar Rp.40 Juta yang terbungkus kertas koran di dalam sebuah kantong plastik hitam. Uang tersebut ditemukan oleh tim satgas KPK pada 6 September 2017, di kediaman Hakim Dewi Suryana.

Ditambah lagi tim KPK juga menemukan uang sebesar Rp.75 Juta dari kediaman Panitera Penganti Tipikor Pengadilan Bengkuluā€ˇ, Dahniar.

Uang tersebut diduga merupakan komitmen fee dari nilai total kesepakatan suap sebesar Rp.125 Juta.

KPK masih mendalami asal muasal uang tunai Rp.75 Juta dari rumah Dahniar tersebut. “Kita terus dalami uang Rp.75 juta yang ditemukan di salah satu saksi, ditujukan untuk apa dan untuk siapa,” jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *