oleh

Makna Batik yang Dipakai Prabowo dan Megawati Saat Bertemu

PENANEGERI, Jakarta – Prabowo Subianto menyambangi kediaman Megawati Soekarnoputri di Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019).

Ketua Umum Partai Gerindra itu memilih kemeja batik dalam pertemuan bersejarah dua tokoh politik ternama Indonesia tersebut.

Kemeja yang dikenakan Prabowo Subianto memiliki berbagai jenis corak batik klasik. Setiap motif batiknya pun menyiratkan makna tersendiri.

Terdapat batik Parang Barong, salah satu motif yang paling populer di Indonesia. Parang Barong dicirikan dengan bentuk parang berukuran besar dan merupakan induk dari semua motif parang.

Pada zaman dahulu, Parang Barong biasanya hanya boleh digunakan raja di acara-acara tertentu saja. Makna Barong sendiri adalah singa, dan mencerminkan sesuatu yang agung, serta besar.

Pada bagian tengah juga terdapat motif lainnya.

Jika dilihat lebih jelas, tampak motif batik yang disebut Gurda. Motif Gurda, berasal dari kata Garuda, di mana terdapat kedua sayap mengembang serta badan dan ekor.

Seperti diketahui, Garuda merupakan simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila.

Burung Garuda juga menjadi lambang Partai Gerindra yang diusung Prabowo.

Sementara dalam budaya Jawa, burung Garuda memiliki kedudukan yang penting, karena merupakan tunggangan Batara Wisnu yang merupakan Dewa Matahari.

Selain Parang Barong dan Gurda, terlihat juga ada motif kawung di bagian belakang kemeja. Kawung juga motif batik yang cukup populer.

Batik dengan corak kawung mempunyai makna yang melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal usulnya. Batik ini berpola bulatan serupa dengan buah kawung yang ditata rapi secara geometris.

Berbeda dari Prabowo Subianto yang memakai batik bernuansa gelap dan berkesan formal, Megawati Soekarnoputri, memilih busana batik yang lebih cerah dan kekinian.

Ketum PDI Perjuangan ini tampil dengan batik motif piring selampad khas pesisir Cirebon.

Motif batik di dalam ‘piring’ bisa beraneka macam, baik itu kawung, truntum ataupun bunga. Batik ini terinspirasi dari susunan piring porselen China yang biasa digunakan sebagai hiasan dinding di keratonan. (*/dtc)

Komentar

Berita Terbaru