oleh

Mantan Karyawan MNC datangi Kemenaker terkait PHK

PENANEGERI, Jakarta – Sejumlah mantan karyawan MNC Group mendatangi kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk meminta bantuan mediasi, hari Rabu (5/7), setelah mereka mengadu karena dipecat secara sepihak oleh perusahaan MNC Group.

Para mantan karyawan itu menuntut diberikannya pesangon sesuai peraturan pemerintah dan perusahaan.

Sejumlah mantan Karyawan MNC Group, mendatangi Kementerian Tenaga Kerja terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak, mereka juga didampingi oleh Federasi Serikat Pekerja media Independen (FSPMII).

“Kami diundang Kemenaker untuk memberi masukan terkait PHK massal dan sepihak dari MNC,” kata Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMII), Sasmito Madrim, di Kemenaker, Jakarta, Rabu (5/7). Lembaga lain yang diundang untuk mewakili mantan karyawan adalah Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Dari data yang dimiliki FSMII, terdapat 300 karyawan terkena PHK. Mereka berasal dari beberapa perusahaan di bawah naungan MNC Group, yaitu Koran Sindo, majalah Genie, Mom & Kids, dan MNC Channels.

“Kami menolak PHK tersebut, karena itu terjadi secara sepihak. Dari pihak MNC harus memberikan hak-hak karyawan, gaji, dan sebagainya,” kata Sasmito Madrim ketua FSPMII.

Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMII) menilai perlakuan MNC Group terhadap mantan karyawannya itu tidak manusiawi.

“Tidak ada surat peringatan pertama dan kedua. Kemudian surat PHK yang diberikan ke teman-teman itu juga tidak manusiawi. Bekerja belasan tahun, PHK diberitahukan melalui surat yang dikirim ke rumahnya,” kata Ketua FSPMII, Sasmito Madrim.

Para pekerja yang datang ke Kemenaker adalah mantan karyawan media di bawah naungan MNC seperti beberapa mantan karyawan Koran Sindo, tabloid Genie, Mom Kiddie juga turut hadir di Kemenaker.

Diketahui, hingga saat ini kasus Serikat Karyawan InewsTv Bersatu yang juga mengalami PHK sampai saat ini belum tuntas dan masih di tangani Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Pusat

Dari data yang dimiliki FSMII, sekitar 300 karyawan di bawah naungan MNC Group terkena PHK. Selain i-News TV, perusahaan lain yaitu Koran Sindo, majalah Genie, Mom & Kids, dan MNC Channels.

Mereka dipecat tanpa mendapat pesangon.

Menanggapi laporan tersebut, Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Perindustrian Kemnaker John Daniel Saragih mengingatkan perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo itu agar mematuhi undang-undang yang mengatur tentang PHK.

John mengatakan sebelum dilakukan PHK harus ada prosedur seperti surat peringatan pertama sampai ketiga.

“Kan ada aturan mainnya? Itu PHK langsung kalau nggak salah, langsung dikasih ke rumah masing-masing,” kata John.

Perwakilan MNC tidak hadir dalam pertemuan tersebut meskipun telah diundang dalam mediasi. Upaya mediasi dijadwal ulang Senin pekan depan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *