oleh

Mantan Kombatan GAM dan Tapol/Napol Harus Hidup Sejahtera

-Aceh-429 views

PENANEGERI, Langsa – Pemerintah berkewajiban memberikan dukungan dan pembinaan kepada mantan kombatan GAM, tahanan politik (Tapol) maupun Narapidana Politik (Napol), sehingga bisa keluar dari pengangguran dan hidup sejahtera seperti orang lain.

Pembinaan atau pelatihan yang diberikan harus berkelanjutan, sehingga mantan kombatan GAM, Tapol/Napol bisa keluar dari pengangguran dan hidup sejahtera seperti orang lain。

“Saya yakin pasca penandatanganan MoU Helsinky, banyak pembinaan yang sudah diberikan oleh pemerintah maupun Badan Reintegrasi Aceh (BRA),” sebut Wakil Walikota Langsa, Dr. H. Marzuki Hamid, MM, saat membuka acara pelatihan life skill mantan mombatan Tapol/Napol dan masyarakat korban konflik, Senin (25/11) di Hotel Harmoni Langsa.

Lanjutnya, pembinaan atau pelatihan yang diberikan harus dibarengi dengan program lanjutan, seperti pemberian modal usaha, sehingga bisa sesuai dengan pelatihan dan kebutuhan masyarakat dan kita berharap ada koordinasi antara BRA dengan pemerintah supaya bisa mengalokasikan dana untuk program-program lanjutan.

Kemudian, jika nantinya ada bantuan yang diberikan, saya berharap jangan dijual tapi pergunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, pembinaan dan program yang diberikan nantinya harus ada semangat dari diri sendiri. Karena, tanpa ada semangat maka sebaik program apapun yang disusun tidak akan berhasil.

Baca Juga  Terbakar, Rumah Geuchik Blang Keumahang Aceh Timur Rata dengan Tanah

“Pemerintah Kota Langsa akan terus membangun koordinasi dengan BRA agar ada program-program lanjutan. Saya juga berharap kepada kita semua agar rasa persatuan dan kesatuan terus dijaga, masalah yang besar dikecilkan dan yang kecil dihilangkan, sehingga akan tercapai apa yang kita cita-citakan,” ungkapnya.

Ketua BRA Kota Langsa, Nurdin Djuned, menyebutkan, pelatihan ini diikuti sebanyak 125 peserta yang terdiri dari mantan kombatan GAM, Tapol/Napol dan masyarakat imbas konflik.

Katanya lagi, program life skill atau kecakapan hidup merupakan kegiatan-kegiatan dalam rangka penguatan perdamaian, supaya mantan kombatan GAM, Tapol/Napol dan masyarakat imbas konflik bisa mendapatkan haknya yang mengarah pada kemandirian dalam kewirausahawan.

Lanjutnya, program reintegrasi Aceh memang diarahkan guna melakukan pemberdayaan ekonomi terhadap mantan kombatan GAM, Tapol/Napol serta masyarakat imbas konflik. sebagaimana fungsi dan kewenangan yang diamanatkan dalam Qanun Nomor:6 Tahun 2015, tentang Badan Reintegrasi Aceh serta tugas pokok dan fungsi sekretariat BRA yang tertera dalam Pergub Aceh Nomor:138 Tahun 2016.

Dirinya berharap kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini secara serius dan sungguh-sungguh, dengan mengikuti seluruh tahapan dan proses pelatihan. Karena, pelatihan ini tentuunya lebih menekankan pada pembentukan ketrampilan/praktek (skill), yang kelak akan menjadi dasar ketrampilan dalam berwirausaha.

Baca Juga  Kondisi Orangutan Subulussalam yang Dievakuasi ke Sibolangit Berangsur Membaik

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh khususnya BRA yang telah memberikan kontribusinya atas terselenggaranya kegiatan ini di Kota Langsa,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru