oleh

Melalui Aspirasi Irma Suryani, Warga Desa Bukit Panjang 1 Lintasi Jalan Tanpa Lubang

-Aceh-181 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Warga Desa Bukit Panjang 1, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang merasa puas dan bersyukur, karena jalan utama desa mereka telah rata dan tidak berlubang lagi.

Meski masih tahap pengerasan, jalan poros desa mereka telah selesai dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tamiang tahun 2018.

Salah seorang warga Desa Bukit Panjang 1, Zainudin (36) kepada Penanegeri.com, Minggu (29/7) merasa bersyukur atas pembangunan jalan tersebut.

“Pastilah kami bersyukur, minimal jalan poros tidak berlubang lagi,” ucapnya.

Heri yang senang melihat jalan desanya ditingkatkan, turut menyampaikan hal senada. Selama ini, ruas jalan Desa Bukit Panjang 1 berbatu dan berlubang. Kondisi itu juga diperparah, jika musim kemarau badan jalan berdebu dan bila diguyur hujan maka jalanan becek.

“Pengerasan ini sudah mantap kali, tapi tahap selanjutnya kalau bisa di aspal,” harap Heri didampingi warga lainnya, Anto.

Seorang warga desa tetangga, Suprapto mengatakan, selama ini warga dua desa yakni Bukit Panjang 1 dan Seunebok Baru sangat mendambakan pengerasan jalan poros sebagai akses penghubung kedua desa yang berdampingan tersebut. Untuk bisa mencapai desa perkebunan Bukit Panjang 1, pintu masuknya harus dari desa Seunebok Baru.

“Jadi saya berharap Desa Seunebok Baru juga bisa dapat pengerasan jalan seperti Bukit Panjang 1, sehingga warga dua desa sama-sama dapat menikmati jalan yang bagus,” ujarnya.

Ketua MDSK Desa Bukit Panjang 1, Sridapat mengungkapkan, sejak Indonesia merdeka selama hampir 73 tahun, pembangunan infrastruktur di desanya sangat jauh tertinggal dibanding desa lain. Konon lagi, pemerintah daerah (pemda) setempat, sebelum dan setelah pemekaran Kabupaten Aceh Tamiang selalu mengkaitkan desa Bukit Panjang merupakan suatu desa milik perusahaan perkebunan PTP Nusantara 1, sehingga terkesan di anak tirikan.

Hal tersebut membuat desa yang dihuni sekitar 80 kepala keluarga KK itu semakin termarginalkan. Sebab, segala usulan dan rencana pembangunan jadi terhambat.

“Sebelum ada ADD, sama sekali tidak ada pembangunan fasilitas umum disini. Seumur-umur saya disini, baru kali ini jalan utama Bukit Panjang diperhatikan dan dibangun oleh dana APBK,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa pengerasan jalan ini dapat terealisasi melalui program aspirasi anggota DPRK Aceh Tamiang, Irma Suryani.

Sekretaris Desa Bukit Panjang 1, Supriadi yang dihubungi awak media, Selasa (31/7) membenarkan proyek pengerasan jalan di desanya merupakan program aspirasi anggota DPRK Aceh Tamiang, Irma Suryani.

Sebelumnya, sambung Sekdes, Irma Suryani melakukan reses tunggal ke Dapilnya untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kemudian perangkat desa dan warganya mengusulkan program skala prioritas, yakni pengerasan jalan dan pembukaan jalan usaha tani (JUT) untuk mengeluarkan produksi padi.

“Alhamdulillah tahun ini sudah terealisasi pengerasan jalan, kami sangat bersyukur sekali, karena pembangunan akses jalan ini merupakan impian kami sejak dulu,” tuturnya.

Dikatakan Supriadi, pengerasan jalan didesanya sepanjang 740 meter sudah rampung dikerjakan dan sudah dinikmati oleh masyarakat.

“Panjangnya saat diukur 740 meter meliputi batas kampung. Secara fisik, lebar, tebal dan panjang volumenya juga sudah dicek oleh pegawai Dinas PUPR. Kami anggap sudah sesuai, kita dan masyarakat sudah menerimanya,” jelasnya.

Tes Spesifikasi Jalan Desa Bukit Panjang
(Penanegeri/Istimewa) : Petugas dari Dinas PUPR Aceh Tamiang sedang melakukan pengukuran spesifikasi pada proyek pembangunan jalan di Desa Bukit Panjang 1, Senin (30/7).

Informasi diterima Penanegeri.com menyebutkan, proyek pengerasan jalan Desa Bukit Panjang 1, dikerjakan oleh Bidang Bina Marga Dinas PUPR Aceh Tamiang melalui rekanan pelaksana dari CV Delta Jaya Abadi.

Pengerasan jalan sepanjang sekitar 700 meter itu meliputi kompleks perumahan Afdeling V, Kebun Lama milik PTPN 1. Pembangunan tersebut merupakan program aspirasi anggota DPRK Aceh Tamiang, Irma Suryani, dari Dapil II.

Usulan Prioritas

Dihubungi terpisah, Selasa (31/7), Irma Suryani, SST, M.Kes mengakui, bahwa pengerasan jalan untuk Desa Bukit Panjang 1 merupakan salah satu usulan prioritas warga yang telah diakomodir saat dirinya melakukan kegiatan reses di desa itu.

Sekretaris DPD Partai NasDem ini menjelaskan, sebenarnya ia telah menitipkan program aspirasinya berupa pengerasan jalan senilai Rp 400 juta di dua titik yaitu, untuk desa Seunebok Baru dan Bukit Panjang 1. Namun, untuk pengerasan di desa Seunebok Baru listnya tidak muncul dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA).

“Setelah dicari tahu, kegiatannya tetap ada, tapi tidak terinput di DPA. Namun pengerasan jalan Seunebok baru akan dimasukan pada APBK-Perubahan 2018 dan Insha Allah tahun ini juga dapat dikerjakan,” pungkas Caleg DPR Aceh dapil VII, Langsa-Aceh Tamiang tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar