oleh

Mempelai Wanita ternyata Pria, Heboh Pernikahan Sejenis di Jember

PENANEGERI, Jember – Masyarakat digegerkan dengan adanya peristiwa menggelikan sekaligus mengundang banyak tanya, yakni pernikahan sejenis di Jember antara Ayu Puji Astutik (23) dengan Muhammad Fadholi (21). Karena belakangan diketahui Ayu Puji Astutik merupakan seorang laki-laki.

Muhammad Fadholi (21) warga desa Glagah Wero kecamatan Panti, menikahi Ayu Puji Astutik (23), warga desa Panca Karya kecamatan Ajung kabupaten Jember, mereka menikah pada 19 Juli 2017 lalu dan pernikahannya tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ajung, Jember.

Kehebohan dugaan pernikahan sejenis tersebut akhirnya mencuat ke publik, setelah pihak keluarga pria menyangsikan keabsahan pernikahan keduanya, dan melakukan aduan ke KUA.

Pihak KUA bisa kecolongan karena Ayu bisa memberikan persyaratan lengkap yang telah ditentukan.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Ajung, Muhammad Erfan menyampaikan pihaknya telah mengirimkan surat kepada Pengadilan Agama Jember terkait kejadian ini.

“Nanti pengadilan yang akan membuktikan apakah mereka benar-benar sejenis. Jika terbukti, kita batalkan pernikahannya,” kata Erfan.

Pihak kepolisian dan Koramil pun mendatangi ke rumah pasangan suami istri ini untuk membuktikannya sendiri. Ayu tidak dapat berbohong lagi, dan terbukti sebagai laki-laki.

“Setelah menikah (dengan Fadholi), saya mimpi tiba-tiba ada telur jatuh dan makhluk halus. Seketika itu, jenis kelamin berubah,” akunya pada wartawan, Senin (24/10).

Ayu mengatakan, dia tidak memiliki biaya jika harus melakukan operasi dan menjadi wanita seutuhnya.

Pernikahan keduanya pun baru terbongkar dan membuat heboh pada pertengahan September lalu.

Keduanya pun sudah dipanggil oleh KUA Ajung untuk mengklarifikasi dugaan tersebut.

Namun, keduanya tidak datang, mereka hanya memberi surat pernyataan bahwa memang sempat memalsukan data Ayu agar bisa menikah.

Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo mengatakan terungkapnya kasus pernikahan sejenis itu berawal dari keresahan masyarakat.

“Keresahan warga bisa cepat kami endus, sehingga Polres Jember bisa segera mengambil langkah-langkah interview kepada yang bersangkutan,” kata Kusworo di Polres Jember.

Menurut AKBP Kusworo, setelah dimintai keterangan, pasangan tersebut diperiksa secara fisik. Polisi mendapat keterangan bahwa keduanya memang sejenis, yakni laki-laki.

“Hari ini kami lanjutkan pemeriksaan dari pihak KUA (kantor urusan agama) serta keluarga tersangka untuk mendalami kasus ini,” ucapnya.

Atas kasus ini Polisi bisa menjerat pelaku dengan menggunakan Pasal 263 dan 266 KUHP. Pasal 263 yakni  sengaja membuat surat palsu atau memalsukan surat, sedangkan Pasal 266 yakni memberikan keterangan palsu. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *