oleh

Menanggapi Pemberitaan Bayi Kembar di Rutan, Ini Kata Kapolres Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Menanggapi pemberitaan di sejumlah media online, terkait penahanan Magfirah binti Zakirsyah (27) dan tiga bayi kembarnya akibat tersandung kasus penipuan calon CPNS tahun 2015, di Rutan Bireuen menjadi pembicaraan hangat sejumlah kalangan.

Pasalnya, Magfirah warga Desa Beuringin, Peureulak Barat, Aceh Timur yang tersandung kasus penipuan calon CPNS tahun 2015, di Rutan Bireuen harus ikut membawa ketiga bayi kembarnya di Rutan Bireuen, setelah melahirkan ketiga bayi kembarnya, 29 Agustus lalu di RSUD Zubir Mahmud, Idi Aceh Timur.

Ketiga bayi yang kini harus ikut ibunya ke Rutan Bireuen karena masih sangat membutuhkan kasih sayang ibunya yakni, Muhammad Furqan, dan dua bayi perempuan yaitu Jihan Faiha dan Jihan Farahah.

Sebagian warga menganggap, kondisi tersebut sangat tidak adil dan tidak manusiawi karena bayi yang baru tiga bulan harus ikut mendekam di penjara bersama ibunya. Sementara pendapat lainnya, ketiga bayi mungil itu butuh pendampingan ibunya, apa lagi ia butuh asi.

Menanggapi hal ini, Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, M.Si melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH, kepada wartawan, Selasa (11/12) mengatakan, penahanan tersebut bukan dilakukan untuk tiga bayi kembar itu, namun penahanan tersbeut dilakukan kepada tersangka Magfirah, ibu dari tiga bayi tersebut.

Baca Juga  Ketua Fraksi Partai Aceh Kunjungi Magfirah dan Bayinya di Rutan Bireuen

“Dari hasil gelar perkara ditingkat penyidikan, kejaksaan saat ini juga menganggap perlu melakukan penahanan terhadap Magfirah,” katanya.

Diterangkan Eko Rendi Oktama, kasus penipuan CPNS tersebut dilakukan oleh tersangka Magfirah dan dilaporkan oleh seorang korban penipuan di Mapolres Bireuen.

Maka, sambung Eko Rendi Oktama setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan telah terpenuhinya unsur materil dan formil yang dilakukan Magfirah.

Dikatakan Kasat Reskrim Bireuen itu, berkas perkara terkait proses penyidikan sudah dinyatakan P21 (lengkap) pihak Kejaksaan Negeri Bireuen beberapa waktu lalu, sehingga dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti ke pihak Kejaksaan serta dilakukan penahanan terhadap Magfirah.

“Ini perlu diluruskan sehingga masyarakat tidak salah menilai. Penahanan yang dilakukan bukan terhadap tiga orang bayi kembar tersebut. Sebab ketiga bayi kembar tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan perbuatan ibunya, Magfirah, tersangka yang terlibat penipuan tersebut,” terangnya.

Komentar

Berita Terbaru