oleh

Mengenang Prestasi Ayah Doe, Sang Sutradara Senior Aceh

-Aceh-195 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Ayah Doe meninggal dunia akibat penyakit komplikasi, penyakit yang dideritanya sejak dua tahun terakhir. Bahkan pada tahun 2017, Ayah Doe sempat berobat ke Rumah Sakit Peneng, Malaysia.

Demikian diungkapkan Asisten Sutradara Film Eumpang Breuh, Muhammad Daud kepada Penanegeri.com, Sabtu (3/8).

Ia menjelaskan, setelah kondisinya sempat membaik, kemudian tiba-tiba Ayah Doe kembali sakit, sehingga pada Kamis (1/8), dibawa ke Rumah Sakit Metro Medical Centre (MMC) Lhokseumawe.

“Kemudian tanggal Jumat (2/8) tepatnya pukul 13.00 WIB, Ayah Doe dirujuk ke Rumah Sakit Zainoel Abidin di Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Di rumah sakit itu, Ayah Doe mendapatkan penanganan di IGD dan High care unit (HCU) sejak sore hari. Beliau menghembuskan napas terakhir pada Sabtu pagi,” kenang Muhammad Daud.

Kepergian Ayah Doe, sambungnya, meninggalkan seorang istri dan tiga anaknya. Jenazah almarhum akan dikebumikan di Gampong Paya Punteut, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Karya Ayah Doe

Pada tahun 2006, Ayah Doe menjadi sutradara di beberapa film komedian Aceh. Di antaranya adalah Film ‘Eumpang Breuh’ episode 1 bulan Juni, sutradara di film ‘Gaseh Troeh Teuka’, sutradara di album lagu Slow Rock ‘Bungong Sitangke’, sutradara film ‘Eumpang Breuh’ episode 2.

Baca Juga  Polsek Lhoong Musnahkan 4 Hektar Ladang Ganja 

Di tahun 2007, Ayah Doe juga sutradara pada Film ‘Eumpang Breuh’ episode 3. Kemudian sutradara di album love song ‘Eumpang Breuh’, flm Pilchiksung, kerjasama American Redcross, LOGICA Pemda Aceh Besar dan beberapa NGO lainnya yang bergerak di bidang kemanusiaan.

Kemudian tahun 2008, Ayah Doe menjadi sutradara di album Slow Rock ‘Zulima’. Kemudian di film ‘Eumpang Breuh’ episode 4, album ‘Vojoel 123  I Love You’, film ‘Zainab’ episode satu, film kesehatan versi ‘Eumpang Breuh’ kerjasama IOM-OIM, CARE International Indonesia, IFRC, PMI, The Menthor Initiative, Save The Children, UNICEF dan beberapa NGO lainya yang bergerak di bidang kemanusiaan.

Pada tahun yang sama, Ayah Doe juga menjadi sutradara film ‘Eumpang Breuh’ episode 5, album slow rock ‘Ujeun Pih Teuka’ dan film ‘Eumpang Breuh’ episode 6.

Pada tahun 2009, sutradara di film ‘Peujroeh Laot’, kerjasama UNFAO dan Lembaga Adat Laot Aceh, di album slow rock ‘Bahtera Cinta’, sutradara di film ‘Zainab’ episode dua, film Jeu E, film perdamaian Aceh ‘Rumeh’ kerjasama LSM Forum Aceh, World Bank dan Netherlands.

Di tahun yang sama, Aya Doe sutradara di film ‘Eumpang Breuh’ episode 7 dan album Voejoel ‘Sabtu Minggu’, asisten sutradara film dokumenter narkoba kerjasama dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Aceh.

Baca Juga  APK Dirusak, Sejumlah Caleg di Lhoksukon Lapor Ke Panwaslihcam

Selanjutnya tahun 2010, Ayah Doe kembali dipercaya menjadi sutradara film ‘Eumpang Breuh’ vol dua Kupi-kupi, film komedian Aceh ‘Gam Gee’, film ‘Seruling Perindu’, film dokumenter ‘Ibu Sehat Generasi Kuat’ kerjasama dengan World Vision Indonesia. Kemudian sutradara di film ‘Eumpang Breuh’ episode 8, album ‘Laris Manis Voejoel’ dan film ‘Jeu E Dua’ hingga pada tahun 2011 menjadi sutradara film ‘Eumpang Breuh’ episode sembilan.

Tahun 2012, menjadi sutradara film ‘Pilkada Damai’ kerjasama dengan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, film dokumenter adat sawah ‘Keujruen Blang’ kerjasama dengan Pemerintah Aceh. Kemudian menjadi sutradara film ‘Eumpang Breuh’ episode 10.

Setelah itu, tahun 2013, menjadi sutradara film ‘Eumpang Breuh’ episode 11, film dokumenter Mitigasi Bencana Tsunami kerjasama dengan Dishubkomintel Aceh.

Pada tahun 2014, sutradara di iklan pendek ‘TV SPOT’ Pesantren Sehat, Suami Siaga, cuci tangan sabun dan bahaya rokok terhadap kesehatan kerjasama dengan Dinas Kesehatan Aceh, sutradara film komersial ‘Sibak Rukok Teuk’ episode 1, film Komersial ‘Zakeut’ Episode 1 kerjasama Baitulmal Aceh.

Masih di tahun yang sama, Ayah Doe juga dipercaya sebagai sutradara film ‘Eumpang Breuh’ episode 12, film Komersial ‘Sibak Rukok Teuk’ episode 2.

Baca Juga  Dinyatakan Bersalah, Irwandi Yusuf Divonis 7 Tahun Penjara

Kemudian tahun 2015, sutradara film dokumenter Perkebunan dan Pariwisata kerjasama Dishubkomintel Aceh, film komersial ‘Sibak Rukok Teuk’ episode 3, film dokumenter ‘Pelaksanaan Ibadah Haji dan Nikah Secara Islami’ kerjasama dengan Kemenag Provinsi Aceh dan film ‘Eumpang Breuh’ episode 13.

Berikutnya pada tahun 2016, sutradara di film ‘Zakeut’ episode 2, kerjasama dengan Baitulmal Aceh, film dokumenter ‘Sang Pengabdi Kilometer Nol Distrik Navigasi Sabang Kementrian Perhubungan Republik Indonesia. Kemudian di film Komedi Aceh ‘Ka Meubreuh Lom’.

Di tahun 2017, Ayah Doe kembali berkarier sebagai sutradara di film ‘Pilkada Aceh Damai 2017 kerjasama dengan produser Dhien Keramik Production dengan KIP Aceh. Kemudian di album ‘Joel Keudah Vol 1 dan 2, film ‘Pelestarian Adat dan Budaya Aceh Tamiang Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh hingga pada tahun 2018, sebagai sutradara film ‘Eumpang Breuh Jantong Hate’.

Terakhir pada tahun 2019, Ayah Doe jadi sutradara film dokumenter ‘Ba Sajan (Banda Aceh, Jantho dan Sabang) kerjasama Pemkab Aceh Besar dan sutradara di film Dokumenter Penertiban dan Pemeliharaan Hewan Ternak kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Komentar

Berita Terbaru