oleh

Menhan AS Kunjungi DMZ Perbatasan Korsel-Korut

PENANEGERI, Desk Internasional – Menteri Pertahanan (Menhan) AS James Mattis pada Jumat pagi (27/10) mengunjungi perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan yang dikenal sebagai Zona Demiliterisasi (DMZ-Demilitarized Zone).

Kunjungan ke DMZ ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat program nuklir Korea Utara (Korut) dan perang kata-kata antara Presiden Trump dan Pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Menteri Perthanan Amerika Serikat, James Mattis bersama Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo pada hari Jumat, menggambarkan kepemimpinan Kim Jong-un sebagai “rezim yang menindas”, sementara tetangganya di selatan (Korsel) menawarkan demokrasi yang dinamis.

“Tujuan kami bukan perang melainkan denuklirisasi Korea yang lebih lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dipulihkan lagi,” Mattis dikutip oleh kantor berita Korea Selatan Yonhap di desa Panmunjom.

Saat mengunjungi Zona Demiliterisasi antara Korea Utara dan Selatan, pada hari Jumat Menteri Pertahanan Jim Mattis mengatakan bahwa Pyongyang Korut sedang membangun gudang senjata nuklir untuk “mengancam orang lain dengan bencana,”

Sementara, Menteri Pertahanan Korsel Song Young-moo mengatakan Korea Utara mungkin tidak akan pernah menggunakan senjata nuklirnya. “Jika ya, akan menghadapi pembalasan oleh kekuatan gabungan kuat Korea Selatan dan AS,” ujarnya memperingatkan, seperti dikutip Kantor Berita Al jazeera (27/10).

Korea Utara harus kembali ke ranah dialog antara kedua Korea, papar Song menambahkan.

Amerika Serikat memiliki sekitar 30.000 tentara Amerika yang ditempatkan di Korea Selatan, sisa-sisa perang 1950-1953 di semenanjung yang tidak pernah secara resmi berakhir, dengan hanya sebuah perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani.

Ancaman perang nuklir telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena Presiden Donald Trump telah mengintensifkan retorikanya terhadap Pemimpin Korut Kim Jong Un, termasuk mengatakan bahwa akan “benar-benar menghancurkan” Korea Utara jika mengancam AS atau sekutu-sekutunya.

Pyongyang Korut menanggapi dengan mengancam akan meledakkan senjata nuklir di atmosfer setelah uji coba nuklir keenam dan paling kuat bulan lalu.

Sejak Juli, Korea Utara telah melakukan uji coba nuklir keenam dan paling kuat, meluncurkan rudal ke Jepang dan meluncurkan dua rudal balistik antarbenua miliknya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *