oleh

Menteri ESDM RI, Beri Kuliah Umum di Unsyiah

-Pena Berita-53 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Menteri ESDM RI Ignasius Jonan memberikan kuliah umum dan Seminar Potensi Gas Blok A sebagai Pembangkit Listrik untuk Aceh dan Sumatera bagian utara (Sumbagut). Acara yang di selenggarakan oleh Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), berlangsung di Event Hall Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof Dr Dayan Dawood, MA, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, Jum’at (21/7).

Amatan Penanegeri.com, acara tersebut turut dihadiri oleh Wagub Aceh, Ir H Nova Iriansyah, MT, Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk, Hilmi Panigoro, Bupati Aceh Timur, Hasballah, Rektor Unsyiah, Prof Ir Samsul Rizal, M.Eng, Ketua DPRA, Tgk Muharudin, S.Sos, serta tamu undangan dan segenap Civitas Akademika Unsyiah.

“Untuk Aceh, kita akan membangun SPBU Kompak yang akan dibangun di Gayo Lues, sehingga masuknya BBM dengan harga yang sama dari Sabang sampai Merauke. Ada 400 rumah di Kabupaten Lhoksemawe dengan jaringan Gas, dan tahun ini akan ditambah lagi 2000 rumah dan arahan Bapak presiden bagi wilayah yang mempunyai Potensi Gas wajib di alirkan kedalam rumahnya untuk mempunyai aliran Gas dan Gartis,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk pembangkit listrik Aceh adalah jaringan transisi dari Sumut dan nantinya kita akan membuat pengembangan jaringan tersendiri, yaitu antara Provinsi saja, kita akan membuat listrik dengan harga terjangkau.

“Total subsidi semakin lama semakin kecil, kita berupaya mati-matian yang uangnya adalah untuk infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, ada 150 lokasi di indonesia dan harapan kita akan kita utamakan dalam penjualan dan pembelian harga minyaknya,” lanjut Menteri.

Subsidi Elpiji, sambung Menteri Jonan, akan dikembangkan di sini dan harapan kami kepada Walikota dan Wagub tolong dibantu dalam mengembangkannya, peningkatan Rasio elektrifikasi juga akan dikembangkan, dalam pembangunan Gedung induk. Energi terbaru adalah peradaban manusia.

“Rencana pengembangan EBTKE di Provinsi Aceh yakni, Pengembangan listrik dari panas bumi, energi dari arus air sungai, dan pembangkit listrik tenaga surya,” urainya.

Ignasius Jonan menambahkan, kedepan agar listrik dapat dijangkau oleh masyarakat dan subsidi yang sudah dicabut bagi masyarakat yang kurang mampu bisa saja datang lagi dari PLN, untuk dapat mengembalikan subsidi tersebut.

“Saya sudah mendengar ada dua ribuan desa yang belum di aliri listrik, coba kita bayangkan bagaimana kondisi desa tersebut yang hidup tanpa ada aliran listrik,” tambahnya.

Kepada Wagub, lanjut Menteri ESDM, bagi desa yang memang sama sekali belum ada aliran listrik agar dipasang saja segera lampu tenaga surya dan bekerjasama dengan TNI.

“Saya juga sudah menandatangani dan bekerjasama dengan TNI, ini yang akan kita upayakan bahwa energi ini harus berkeadilan dan masyarakat dapat menikmatinya dengan merata dan keseluruhannya,” tandas mantan Menteri Perhubungan itu.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk, Hilmi Panigoro memberikan sambutan, ia menyampaikan, saat ini kebutuhan energi semangkin meningkat, potensi Gas di Aceh dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, PT Medco saat ini sedang melaksanakan perbaikan dan PT Gas di Aceh Timur juga akan berproduksi pada awal tahun 2018.

“Ini akan membutuhkan energi mutu guna yang berfariabel, dan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Aceh, yang mempunyai jangka waktu 10 hingga 15 tahun kedepan, Medco saat ini merupakan PT yang pertama kali melakukan kontrak terbesar,” terangnya.

“Yang kami butuhkan adalah keadaan yang nyata dan Aman, Unsyiah adalah perguruan tinggi yang diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan kami juga akan memberikan bekal ilmu pengetahuan didalam pengembangan ilmu dan energi,” harap Hilmi.

Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan dalam kuliah umumnya menyampaikan, energi dikembangkan harus memihak kepada rakyat, untuk Provinsi Aceh jumlah penduduk dengan listrik yang masuk sudah 96 persen, dan Aceh adalah yang pertama mempunyai Electrikal dan pada tahun 2018 saya yakin akan menjadi 100 persen.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *