oleh

Mesir Tak ingin Kompromi Dengan Qatar

PENANEGERI, Desk Internasional- Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry, mengatakan bahwa negara Qatar harus menerima sepenuhnya tuntutan dari negara Mesir, Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA).

Hal ini dikatakannya setelah melakukan pembicaraan dengan Perwakilan Tingkat Tinggi Diplomatik Uni Eropa (High Representative of the European Union for Foreign Affairs and Security Policy) Federica Mogherini, di Brussels pada hari Selasa, (25/7).

Menteri Luar Negeri Mesir juga mengatakan kepada Mogherini dari Uni Eropa bahwa Qatar harus menerima permintaan penuh dari Mesir, UEA, Arab Saudi dan Bahrain.

Mesir juga menegaskan bahwa keempat negara Arab tersebut tidak akan menerima kompromi dalam perselisihan mereka dengan Qatar, dengan tudingan bahwa Qatar mendukung “terorisme”.

“Ini bukan masalah kompromi, kita tidak bisa berkompromi dengan bentuk terorisme apapun, kita tidak bisa berkompromi atau masuk ke dalam bentuk negosiasi apapun,” kata Shoukry dalam sebuah konferensi pers.

“Hanya sekali tindakan yang diperlukan dilakukan oleh Qatar, (yakni) yang mengarah pada benar-benar menerima untuk menjadi mitra dalam perang melawan terorisme, bahwa krisis ini akan teratasi,” katanya.

Shoukry menyoroti apa yang Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintahnya akan terus melakukan blokade Qatar, yang bertentangan dengan upaya internasional untuk mengakhiri krisis.

“Mesir akan mendukung keputusannya dan tidak akan mundur dalam masalah ini,” kata Sisi pada sebuah konferensi pemuda di Alexandria. “Ketekunan kita sendiri, pendirian kita, dan blokade ini, adalah tekanan tersendiri,” ujarnya.

Sedangkan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengatakan pada hari Jumat bahwa Doha siap untuk berdialog untuk menyelesaikan perselisihan diplomatik dengan kelompok yang dipimpin Saudi, namun menekankan bahwa solusi apapun terhadap krisis tersebut harus menghormati kedaulatan negaranya.

Arab Saudi, UAE, Bahrain dan Mesir telah memutuskan hubungan dengan Qatar bulan lalu, menuduhnya mendukung “terorisme”, atas tudingan ini Qatar juga telah berulangkali membantah tuduhan tersebut.

Keempat negara Arab tersebut telah menuntut agar Qatar berhenti mendukung gerakan Ikhwanul Muslimin, mengakhiri hubungan dengan saingan mereka di Iran, dan bahkan menuntut agar menutup jaringan media massa Al Jazeera yang mereka tuduh menghasut kerusuhan di negara mereka.

Tapi mereka keempat negara tetangga terdekat Qatar yang memblokade Qatar itu menghadapi tekanan internasional untuk berkompromi dalam boikot berminggu-minggu mereka terhadap Qatar, terutama dari Amerika Serikat.

Mogherini, yang pada akhir pekan bertemu dengan emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad Al Sabah, sebagai seorang tokoh kunci yang dalam usaha menengahi krisis teluk, mengulangi seruan pihak Interansional untuk  melakukan pembicaraan demi menyelesaikan krisis tersebut.

“Kami di Eropa melihat ini sebagai kebutuhan bukan hanya untuk satu negara tapi untuk semua negara,” katanya pada hari Selasa (25/7), menambahkan bahwa Uni Eropa bersama dengan Mesir memiliki “komitmen yang jelas untuk memerangi terorisme,” ujar Federica Mogherini selaku Perwakilan Tinggi Uni Eropa. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *