oleh

Metode Pemeriksaan Cepat, BPJS Langsa Mulai Terapkan CO-EX ke Badan Usaha

-Aceh-38 views

PENANEGERI, Langsa – BPJS Kesehatan sebagai badan publik yang menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus berupaya untuk memaksimalkan perannya. Salah satunya kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan pekerjanya maupun kepatuhan badan usaha dalam membayar iuran.

Menindaklanjuti hal tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Langsa lakukan pemeriksaan cepat atau Compliance Express ( Co-Ex).

Kegiatan yang dihadiri oleh 10 perwakilan badan usaha itu dilaksanakan di aula kantor BPJS Kesehatan Cabang Langsa, Kamis (26/9).

Selaku HRD CV Metro Langsa, Sartika Siahaan mengungkapkan, rasa tidak percayanya ketika dijelaskan tentang jumlah iuran yang harus dibayarkan dan manfaat yang akan diperoleh ketika menjadi peserta JKN-KIS.

“Kok bisa murah kali iuran yang kami bayar? Padahal jumlah pekerjanya ada 38 orang tapi jumlah iurannya cuma 5 jutaan aja, tau gini kan dari dulu kami daftar BPJS,” ungkap Sartika.

Dirinya mengaku heran dengan jumlah iuran yang akan dibayarkannya padahal menjamin sebanyak 38 orang pekerja beserta anggota keluarganya. Dalam kesempatan yang sama dirinya langsung mendaftarkan badan usahanya untuk terdaftar dalam Program JKN-KIS.

Baca Juga  Seorang Anggota BNNP Aceh Ditikam

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Langsa, Nur Eva Parindury mengatakan, bahwa co-ex ini merupakan salah satu metode pemeriksaan kepatuhan terbaru yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan dengan melibatkan beberapa fungsi bidang lainnya secara bersamaan.

Lanutnya, dalam co-ex ini badan usaha akan membawa berkas yang diperlukan dan secara bersamaan beberapa bidang akan melakukan pemeriksaan dan langsung menindaklanjuti hasil temuan dengan perwakilan badan usaha yang hadir.

“Eva juga berharap dengan adanya co-ex ini bisa lebih efektif untuk kepatuhan badan usaha dan khususnya dalam penambahan iuran,” pungkasnya.

Sebelumnya, dari 10 badan usaha yang hadir, 4 diantaranya langsung mendaftarkan badan usahanya sebagai peserta JKN-KIS, sedangkan lainnya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemilik usaha.

Komentar

Berita Terbaru