oleh

Milad Ke 114 Syarikat Islam, Hamdan Zoelfa Berharap Pelantikan Presiden Berjalan Sesuai Agenda Kenegaraan

PENANEGERI, Jakarta – Syarikat Islam merayakan hari ulang tahun yang ke-114 tahun, 16 Oktober 2019. Dalam perjuangannya, SI fokus pada pembangunan bangsa.

Ketua Syarikat Islam Hamdan Zoelva ketika dihubungi mengatakan, fokus lembaga ini dalam membangun kesadaran dan dakwah ekonomi.

“Itu yang menjadi fokus kegiatan kami ke depan. Kami tak melupakan dakwah dan pendidikan yang dikelola. Ada 600-an sekolah Syrikat Islam dan universitasnya. Sekolah-sekolah berkualitas juga sedang kami bangun,” kata Hamdan saat dihubungi via telpon, Jum’at (18/10).

Hamdan melanjutkan, Syrikat Islam kental dengan semangat kebangsaan yang luar biasa.

“Kemarin saat suasana Pemilu yang menguras pikiran dan emosi dari seluruh rakyat Indonesia, kami berdiri di tengah. Tak memihak salah satu calon. Harus ada perekat di bangsa ini yang menjaga kebersamaan di kelompok nasionalis dan Islam agar bangsa ini tak terbelah. Kami netral dalam dakwah ekonomi,” jelas Hamdan yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Hamdan berharap proses Pemilu 2019 yang bakal berakhir saat pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin 20 Oktober mendatang berjalan normal sesuai agenda kenegaraan.

“Transisis demokrasi yang baik harus kita kawal dengan baik. Termasuk saat agenda Pelantikan Presiden harus kita jaga. Itu agenda kita bersama termasuk saat transisi nantinya,” jelas Hamdan.

“Tantangan kita ke depan semakin berat. Kita terlalu ricuh dalam politik, proses ini harus berjalan damai. Kalau ada masalah kita kritisi,” harapan Hamdan.

Sementara itu, Bintang Wahyu Saputra, Ketua Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (Semmi) yang juga di hubungi via telpon menyoroti soal maraknya paham radikal dan ekstremis hingga teror yang makin meresahkan.

“Kita melihat ini sudah kehilangan arah sehingga apa pun yang jadi polemik bisa semakin besar. Ini berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara,” terang Bintang.

Bintang lantas mengkritisi soal adanya aksi-aksi mahasiswa yang menolak adanya UU KPK yang baru. Aksi itu dinilainya tak relevan.

“Kan ada yang sedang mengajukan judicial review di Mahkamah Konstitusi. Ya kita tunggu saja. Justru saya khawatir demo itu sebagai bentuk menekan proses hukum apalagi ada potensi ditunggangi jelang Pelantikan Presiden,” kata Bintang.

Selain itu bintang juga menyoroti kasus penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto yang dilakukan oleh pelaku dengan mudah.

“Ini kan tamparan bagi bangsa dan negara khususnya Syarikat Islam dalam pembangunan bangsa,” sebut Bintang.

Pihaknya pun lantas melakukan sosialisasi dan edukasi soal pentingnya nilai Pancasila.

“Kami berikan pemahaman sejarah agar orang tak memiliki salah pemahaman yang bisa menjadi radikal hingga kekeliruan,” jelas dia. (rilis/red)

Komentar

Berita Terbaru