oleh

Militan Serang Bandara Kabul Setelah Kunjungan Menteri Pertahanan AS

PENANEGERI, Desk Internasional – Militan yang mengaku dari pihak Taliban menyerang bandara Kabul, Afghanistan selama kunjungan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis.

Pihak Militan menembakkan mortir untuk menyerang bandara Kabul sesaat setelah Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis tiba di Kabul, pada hari Rabu (27/9).

Serangan roket ke bandara Kabul pada hari Rabu dini hari (27/9) itu terjadi beberapa jam setelah Menteri Pertahanan AS James Mattis mendarat di Afghanistan untuk kunjungan mendadak.

Beberapa jam setelah Mattis mendarat di Kabul, gerilyawan militan menembakkan amunisi peledak tinggi termasuk peluru mortir di dekat bandara utama dan meledakkan beberapa rompi bunuh diri dalam sebuah serangan yang diklaim oleh Taliban.

Rentetan tembakan hingga 40 putaran amunisi menghantam bandara, termasuk 29 granat berpeluncur roket, menurut seorang pejabat militer AS.

Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, AS. melakukan serangan udara balasan untuk mendukung serangan balasan sebuah unit Afghanistan di lapangan, namun “salah satu rudal tersebut tidak berfungsi,” menyebabkan luka pada warga sipil Afghanistan, kata koalisi pimpinan A.S. dalam sebuah pernyataan.

Menhan AS Jim Mattis telah meninggalkan bandara beberapa jam sebelum serangan itu terjadi.

Seorang perwira militer AS yang terpisah mengatakan kepada wartawan yang bepergian dengan Mattis bahwa pesawat C-17 yang tadinya ditumpangi Menhan AS telah meninggalkan Kabul menuju ke Bagram Airfield (Lapangan Udara Bagram) saat serangan tersebut terjadi.

Seorang juru bicara militer A.S. di Afghanistan mengatakan kepada media pemberitaan ABC News bahwa tidak ada laporan kerusakan pada koalisi atau pesawat militer Afghanistan.

Menhan AS Jim Mattis, bersama dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, menyebut serangan tersebut sebagai “tindakan kriminal oleh teroris.”

“Kami berada di sini untuk melindungi orang-orang Afghanistan saat kami menyerang para teroris,” katanya dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Sekretaris Jendral NATO Jens Stoltenberg di Kabul, Afghanistan, 27 September 2017.

Seperti diberitkan oleh kantor Berita Reutres, Menhan AS Jim Mattis mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengirim 3.000 tentara tambahan untuk membantu melatih pasukan keamanan Afghanistan, yang berfokus untuk membangun angkatan udara dan pasukan khusus.

“Saya tidak ingin mengatakan kepada musuh apa yang sedang kita lakukan tapi keseluruhannya adalah memastikan bahwa kita memiliki keunggulan medan perang yang meyakinkan atas apa pun yang Taliban coba lakukan untuk melawan kekuatan Anda (Afghanistan),” tegas Menhan AS Jim Mattis.

Ada sekitar 11.000 pasukan AS di Afghanistan yang sekarang berperan sebagai penasehat, dan membantu perang militer negara Afghanistan melawan Taliban, serta membantu senjata tambahan dalam misi kontraterorisme melawan ISIS dan Al Qaeda.

Bulan depan, perang AS di Afghanistan akan memasuki tahun ke-17. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *