oleh

Minimnya Hutan Primer di Aceh Utara Jadi Kendala BKSDA Giring Gajah Liar

-Aceh-81 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sejak beberapa hari lalu telah berusaha melakukan penggiringan terhadap gajah liar di kawasan Dusun Krueng Bare, Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara.

Namun BKSDA agak kesulitan melakukan hal tersebut lantaran kawasan hutan primer di daerah itu yang menjadi tempat habitatnya gajah sudah tidak ada lagi.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo melalui Kasi Konservasi Wilayah Lhokseumawe, Dedi Irvansyah mengatakan, antusias masyarakat sangat tinggi dalam membantu tim BKSDA untuk sama-sama menggiring hewan berbelalai itu.

“Berdasarkan laporan tim, kendala di lapangan yaitu tidak ada lagi kawasan hutan primer tempat habitat gajah untuk lokasi penggiringan, karena lokasi konflik gajah didominasi oleh kebun masyarakat dan HGU. Perusahaan HGU ini mengelilingi Dusun Krueng Bare,” kata Dedi kepada Penanegeri.com, Senin (21/1).

Kendala lainnya, lanjut Dedi Irvansyah, gajah sulit dikeluarkan ke area Krueng Pase dikarenakan adanya anak gajah di daerah tersebut yang masih berumur bayi.

Baca Juga  Ini Hasil Pemeriksaan Induk Orangutan Subulussalam Usai Dievakuasi

“Kemudian, gajah yang sebelumnya diperkirakan 12 ekor ternyata di lapangan ditemukan 20 ekor. Di antaranya, 3 ekor jantan muda, 3 ekor yang berumur sekitar dua tahun dan ada satu ekor yang masih berumur sekitar satu Minggu,” jelasnya lagi.

Dedi menambahkan, pada malam ketiga, kawanan gajah berhasil dihalau oleh tim ke arah Krueng Pase. Tim tersebut, sambungnya, terus melakukan pengamatan hingga pagi hari dan memperkirakan tidak akan kembali ke tempat semula.

“Namun pada malam ke empat, tim mendapat informasi bahwa ada gajah di kembali ke kebun masyarakat dan tim langsung menggiring malam itu juga. Diduga kemungkinan besar gajah tersebut tertinggal dari kelompoknya,” terang Dedi.

Komentar

Berita Terbaru