oleh

Miris, Warga Desa Ini Bertahun-tahun Konsumsi Air Asin

-Aceh-56 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Nasib warga Gampong Matang Jurong, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara begitu miris. Pasalnya, bertahun-tahun mereka menggunakan air asin untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk mandi, mencuci pakaian dan sebagainya.

Geuchik Gampong Matang Jurong, Basri, saat ditemui Penanegeri.com, Selasa (20/8) menceritakan, karena kesulitan air layak konsumsi, warga desanya hari-hari terpaksa harus membeli air isi ulang yang dibawa penjual keliling untuk kebutuhan minum dan memasak. Kondisi itu telah berlangsung lama, bahkan semenjak desa itu terbentuk.

“Untuk diminum atau kebutuhan memasak, masyarakat membeli air isi ulang yang dibawa penjual keliling. Sampai di kampung, airnya dibeli Rp 4 ribu per galon atau jerigen. Kalau tidak membeli air, terpaksa harus mengonsumsi air asin itu. Sementara untuk kebutuhan mencuci, mandi dan sebagainya, terpaksa memakai air asin, karena tidak ada solusi lain,” bebernya.

Basri juga mengatakan, sumber air di desanya itu rata-rata berasa asin. Hal tersebut terbukti saat warga menggali sumur di beberapa lokasi, tidak terdapat air tawar. Sejauh ini warga terpaksa harus mengambil air di parit-parit depan rumah mereka untuk kebutuhan mandi atau mencuci.

Baca Juga  250 Bhayangkari Polres Aceh Utara Dites Urine Secara Mendadak

“Di sini padahal ada pipa PDAM. Tapi airnya tidak ada. Untuk itu, saya selaku kepala desa sangat berharap kepada pemerintah maupun instansi terkait untuk dapat membantu kami menyediakan fasilitas air bersih agar kami masyarakat di sini tidak lagi mandi dan mencuci pakaian dengan air asin,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris Desa, Hamdani (53). Ia menyebut, sebagian penduduk di Dusun sebelah timur desa tersebut, yaitu Dusun Jasa Negara, menggunakan air irigasi untuk kebutuhan sehari-hari. Itupun hanya dapat dinikmati ketika musim pada tanam padi.

“Di dusun itu ada irigasi. Mereka menggunakan air irigasi untuk mandi-mandi. Itupun bertahan sekitar dua bulan dalam sekali musim tanam padi berlangsung. Setelah itu irigasi mengering dan warga terpaksa kembali menggunakan air asin. Kami di sini benar-benar sangat menderita dalam hal kebutuhan air,” terangnya.

Penduduk Gampong Matang Jurong saat ini berjumlah sekitar 83 kepala keluarga (KK) atau 300 jiwa. Untuk kelangsungan hidup mereka, sebagian besar mengais rezeki sebagai petani tambak dan sebagiannya merupakan petani sawah.

Baca Juga  KIP Bireuen : Pencoblosan Bagi Lansia akan Menyita Waktu Lama

Selain kesulitan air bersih, sektor transportasi Gampong Matang Jurong juga terkendala, karena sepanjang jalan desa itu belum teraspal. Menurut penjelasan warga, sekitar 2,5 kilometer jalan desa itu masih berbatu dan berdebu. Namun baru-baru ini sekitar 800 meter sudah ditimbun.

Sementara itu, Sekretaris Dinas (Sekdis) Cipta Karya Aceh Utara, Razali, saat dihubungi Penanegeri.com secara terpisah mengatakan, bahwa penyaluran air bersih PDAM merupakan wewenang PDAM Tirta Mon Pase.

“Memang kalau kita dengar kasihan sekali warga desa itu. Tetapi, kalau menyangkut penyaluran air bersih itu ranahnya ke PDAM. Kami di sini hanya membangun fasilitas pipa airnya saja,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru