oleh

Model Wanita yang ber-Rok Mini sudah Dibebaskan

PENANEGERI, Desk Internasional- Seorang Model Wanita yang mengenakan Rok Mini dalam sebuah Video yang sangat viral di Arab Saudi, sudah dibebaskan setelah sebelunya sempat ditahan. Model Wanita yang diidentifikasi sebagai ‘Model Khulood’ itu dibebaskan hari Selasa malam (19/7).

Wanita teresbut  dilaporkan dan ditahan karena mengenakan rok mini dan blus berlengan terbuka dan menunjukkan bagian perut (tanktop) di Arab Saudi, kemudian telah dibebaskan tanpa tuntutan, setelah penangkapannya menyebabkan kritik internasional terhadap pemerintah konservatif kerajaan tersebut.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Pusat Komunikasi Internasional Saudi mengatakan bahwa polisi membebaskan wanita tersebut.pada Selasa malam (19/7) setelah beberapa jam diinterogasi, demikian kantor berita AP melaporkan, Selasa malam (19/7).

Polisi di Arab Saudi sebelumnya telah sempat menangkap wanita muda tersebut karena mengenakan “pakaian yang tidak sopan” setelah sebuah protes dari orang-orang yang mengatakan bahwa dia dengan mencolok melanggar peraturan berpakaian konservatif Islam kerajaan.

Wanita Saudi muda tersebut menarik perhatian publik selama akhir pekan saat video tersebut di share secara online saat dia berjalan di sebuah desa bersejarah di utara ibukota tersebut dengan mengenakan rok mini dan blus atas berlengan terbuka, dan menunjukkan rambutnya.

Aturan Saudi mewajibkan semua wanita yang tinggal di kerajaan tersebut, termasuk orang asing, mengenakan jubah panjang dan longgar yang dikenal sebagai abaya di depan umum. Kebanyakan wanita Saudi juga mengenakan abaya terusan yang menutupi secara penuh seluruh tubuh.

“Dia (wanita itu) telah dibebaskan tanpa tuduhan dan kasus tersebut telah ditutup oleh jaksa penuntut,” kata pernyataan Pusat Komunikasi Internasional Saudi tersebut, menambahkan bahwa video yang menjadi viral, dipublikasikan secara online tanpa sepengetahuannya.

Polisi menahan wanita tersebut karena mengenakan “pakaian yang tidak sopan” pada hari Selasa, setelah dikatakan telah melanggar peraturan berpakaian di kerajaan Arab Saudi tersebut.

Video wanita tersebut, yang baru diidentifikasi sebagai Model Khulood, menjadi berita utama akhir pekan ini.

Rekaman itu menunjukkan bahwa wanita tersebut berjalan-jalan melalui sebuah desa bersejarah di utara Riyadh sambil mengenakan rok pendek, bagian atas baju yang menunjukkan lengan dan perutnya (tanktop), dan memperlihatkan rambut cokelatnya yang panjang.

Wanita di Arab Saudi diharuskan mengenakan baju panjang dan longgar yang dikenal sebagai abaya saat berada di depan umum. Mayoritas wanita memakai abaya dengan jilbab, selubung yang menutupi kepala dan rambut, sementara beberapa memakai niqab wajah penuh.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Pusat Komunikasi Internasional mengatakan bahwa polisi membebaskan wanita tersebut, yang tidak disebutkan namanya. Dikatakan bahwa dia dibebaskan pada hari Selasa malam (19/7) setelah beberapa jam ditanyai dan bahwa dia mengatakan kepada penyidik bahwa video yang diposkan di media sosial diterbitkan tanpa sepengetahuannya.

“Dia dibebaskan tanpa tuduhan dan kasus tersebut telah ditutup oleh jaksa penuntut,” kata pernyataan tersebut.

Model wanita yang dilaporkan berusia 27 tahun itu sebelumnya dibawa ke tahanan polisi pada hari Selasa siang dan telah dibebaskan pada hari Selasa malam.

Pelepasan wanita tersebut yang diidentifikasi hanya sebagai Kholoud dikonfirmasi pula oleh sebuah pernyataan yang dikeluarkan atas nama Kementerian Kebudayaan dan Informasi dan oleh seorang sumber di polisi Riyadh yang diberitakan pula oleh kantor berita Arab News, Selasa malam (19/7).

Wanita muda itu dibebaskan tanpa tuduhan apapun dan juru bicara  polisi mengklaim bahwa dia tidak pernah ditahan namun hanya sekadar dibawa untuk diinterogasi.

Di media sosial, banyak warga Saudi mengirim pesan dukungan kepada wanita tersebut, mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan apa yang telah dilakukannya, terutama karena dia tidak menyakiti siapapun, karena tidak ada seorang pun di lokasi saat dia berkunjung.

Pendapat lainnya mengemukakan pandangan yang lebih konservatif, meminta wanita tersebut dihukum karena telah berbuat dosa, dengan menyatakan bahwa tindakannya melanggar Tradisi Budaya dan Agama. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *