oleh

Moto GP 2018 Terlalu Dini Untuk Syahrin

PENANEGERI, Moto GP – Pembalap berkebangsaan Malaysia, Hafizh Syahrin, tampaknya akan menghabiskan waktu satu tahun lagi di ajang Moto2, sebelum memutuskan pindah ke Moto GP.

Saat ini, Syahrin berada si posisi ke-11 klasemen untuk tim Petronas Raceline Malaysia, dan Syahrin telah dikaitkan dengan Moto GP untuk tahun 2018. Terutama setelah pemberitaan kemarin, ada kursi kedua yang diusulkan di tim LCR Honda.

“Bukan rahasia lagi bahwa pemerintah Malaysia benar-benar tertarik untuk memiliki seorang pembalap Malaysia di kelas Moto GP. Masalah yang mereka hadapi adalah mereka tidak benar-benar memiliki pembalap Malaysia yang kompetitif. Tapi mereka sangat ingin mendukung program serupa, jadi benar-benar seperti tantangan sulit namun ingin direalisasikan,” papar pimpinan tim LCR, Lucio Cecchiell, dikutip dari Crash.net, SeniĀ  (10/7).

Dikatakannya, hal ini juga bukan rahasia bahwa Honda HRC, jika Nakagami pasti tampil di Moto2 akan memberikan dukungan dalam sebuah program di Moto GP. Tapi keputusan ini belum diambil karena saat ini Nakagami tidak masuk tiga besar klasemen kejuaraan.

“Atau ada pilihan untuk mencari pembalap Moto2 lain dengan sponsor potensial dibelakangnya, itulah yang sulit,” ujar Cecchiello.

Cecchiello menyebut nama Syahrin yang kini berusia 23 tahun sebagai pembalap asal Malaysia yang dipertimbangkan untuk kursi lowong di LCR.

“Dia punya potensi besar dan kita akan lihat perkembangannya,” sambungnya.

Sirkuit Internasional Sepang yang dipuji karena suksea menyelenggarakan Grand Prix Malaysia untuk program pendukung ajang Moto3 dan Moto2, sebelumnya menegaskan pembalap lokal Moto GP bisa menaikkan pamor negara tersebut dalam olahraga otomotif.

Sepang sebelumnya terlihat siap berkontribusi dengan dukungan dari Petronas agar Syahrin mendapatkan peran di MotoGP. Namun, dianggap terlalu cepat dan mencanangkan promosi untuk tahun 2019.

“Orang Malaysia dalam Moto GP akan meningkatkan jumlah penonton kami lebih jauh lagi dan kami akan mendukung Hafizh jika diperlukan,” tutur Razali kepada Crash.net, Senin (10/7).

“Kami memang berbicara dengan beberapa tim, tapi kami pikir 2018 terlalu dini untuk Hafizh berlomba di Moto GP,” tandas Razali.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *