oleh

MoU dengan STIES Banda Aceh, Kepala BNNP Aceh Berikan Kuliah Umum

-Aceh-104 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh melakukan penandatanganan MoU bersama dengan STIES Banda Aceh dalam upaya pencegahan dan pemberantasan serta penyalalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh, Selasa (19/2).

Selain itu, Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser juga memberikan kuliah umum kepada lebih kurang 200 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan tamu undangan lainnya dengan tema ‘Peran Mahasiswa dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Dilingkungan Pendidikan’ di kampus tersebut.

Dalam kegiatan yang dilakukan atas kerjasama antara kedua belah pihak ini, Faisal menyampaikan, saat ini para bandar mengincar generasi muda bangsa. Sekarang ini, sudah seharusnya tidak adalagi tempat yang tidak dimasuki narkoba, baik di perkotaan maupun dipedesaan.

Para bandar ini, menurutnya telah menjadikan generasi muda kita sebagai tujuan untuk peredaran narkotika.

“Untuk itu saya akan mengunjungi kampus-kampus di Aceh untuk mengajak kita semua menjauhi dan memberantas narkoba,” ujarnya.

Ia menjelaskan, narkoba di Aceh sudah masuk tahap yang sangat mengkhawatirkan. Terlebih lagi di tahun 2019 ini sekitar 2 bulan, BNN telah mengamankan narkoba jenis sabu mencapai 130 kilogram lebih. Yang mana selama ini, para tersangka yang ditangkap oleh BNN hampir seluruhnya adalah orang Aceh.

“Kita tidak perlu malu sehingga harus ditutupi hal itu, akan tetapi kita harus berani memberantasnya bersama-sama demi menjaga generasi muda kita,” terangnya.

Dirinya menyampaikan, tidak ada provinsi lain di Indonesia yang berhasil diamankan narkoba dalam dua bulan ini saja sudah mencapai 130 kilogram lebih dan yang ditangkapnya itupun adalah orang Aceh.

“Saya tidak bangga atas penangkapan itu, tapi saya justru sedih melihatnya, karena yang ditangkap itu adalah orang Aceh,” cetus Jenderal Bintang satu itu.

Pada kesempatan itu, Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar dapat melaporkan kepada BNN apabila di lingkungan mereka ada yang terindikasi penyalahgunaan narkoba. BNN akan mengirimkan petugas untuk menindaklanjutinya untuk dilakukan rehabilitasi/pemulihan dari zat adiktif itu.

“Kalau ada tetangga, saudara dan masyarakat yang sudah terlanjur mengkonsumsi narkoba, segeralah beritahu dan dibawa ke BNN untuk dilakukan rehabilitasi, layanan rehabilitasi di BNN itu Gratis,” pesan Faisal Abdul Naser.

Sementara, Ketua STIES Banda Aceh, Rusmadi mengatakan, pihaknya sepakat bersama BNNP Aceh untuk memberantas narkoba secara bersama-sama di lingkungan pendidikan.

Kuliah umum bidang pemberantasan narkoba seperti ini adalah kegiatan rutin sehingga melalui kegiatan ini nantinya para mahasiswa dapat menjadi penyambung lidah, menyampaikan kepada keluarga, tetangga dan  di gampong masing-masing.

“Semoga melalui mahasiswa ini kita berharap narkoba bisa teratasi sampai ke pelosok gampong,” harap Rusman.

Untuk kedepan, STIES akan melakukan test urin kepada para mahasiswa, sehingga dapat diketahui apakah ada mahasiswa dikampus ini yang terindikasi penggunaan narkoba.

“Kita akan bersihkan kampus ini dari narkoba, sehingga kita ketahui siapa saja yang menggunakan barang haram itu,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *