oleh

MPU Langsa Larang Umat Islam Rayakan Valentine Day

PENANEGERI, Langsa – Majelis Permusyawaratan Ulama Indonesia (MPU) Kota Langsa melarang umat Islam untuk merayakan Valentine’s Day yang jatuh setiap 14 Februari.

‘’Apabila seorang muslim tetap merayakan Valentine’s Day, maka sudah rusaklah akidahnya. Valentine’s Day yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari itu, merupakan budaya barat yang bertentangan dengan ajaran Islam. Bagi umat Islam, ikut merayakannya hukumnya haram,” sebut Ketua MPU Langsa, DR Tgk H Zulkarnain, MA di ruang kerjanya, Selasa (12/2).

“Karena hukumnya haram, umat Islam di Kota Langsa ini diharamkan ikut merayakannya. Saya lihat selama ini generasi muda sibuk merayakan Valentine’s Day untuk menunjukkan kasih sayang,’’ sebutnya.

Dijelaskannya, umat Islam diharamkan merayakan hari Valentine yang jatuh tanggal 14 Februari karena itu tasyabuh terhadap ibadah paganisme (menyembah berhala) semenjak lebih dari 17 abad yang lalu dan tradisi non Islam. Orang-orang paganism di era Romawi kuno setiap 14 Februari libur untuk menghormati Dewi Juno (Dewi Perkawinan) dan tanggal 15 Februari mengadakan upacara Lupercalia, penghormatan kepada Dewa Zeus dan Hera sebagai dewa dewi kesuburan.

Baca Juga  Ombudsman Aceh Serahkan Raport Hasil Kepatuhan Pelayanan Publik ke Aceh Besar

Untuk itu, terhitung 14 Februari 269 Masehi orang memperingati Hari Valentine untuk menghormati Santo Valentinus yang dihukum mati oleh Claudinus II. Sehingga peringatan Hari Valentine itu tidak ada akarnya dalam budaya masyarakat dan bangsa kita.

“Hal itu ajaran paganism Romawi kuno dan budaya masyarakat Eropa Barat. Apalagi peringatan Hari Valentine sering diiringi dengan seks bebas dan saling tukar hadiah alat kontrasepsi di kalangan anak muda serta remaja yang ke semuanya akan menghancurkan akhlak dan moral generasi bangsa Indonesia,” katanya.

Untuk itu kepada setiap orangtua, guru sekolah, MPU Kota Langsa mengingatkan agar mengawasi putra-putri mereka supaya tidak ikut merayakannya. Bahkan untuk guru agar selalu mengingatkan anak-anak tidak boleh merayakan Valentine’s Day.

‘’Valentine’s Day sama sekali tidak ada manfaatnya. Tujuannya hanya untuk merusak dan menjauhkan akidah generasi muda Islam dari tuntunan Alquran dan hadits. Karena perayaan Valentine’s Day sangat identik dengan kemaksiatan. Yang namanya perbuatan (zina_red) itu bukan hanya dilarang, sekedar mendekatinya pun diharamkan,’’ ungkapnya.

Baca Juga  Sungai Keruh, Hambat Pencarian Bocah Terseret Arus di Aceh Utara

Untuk itu, dengan dalih apapun, MPU dengan tegas melarang adanya perayaan Valentine’s Day di sekolah-sekolah. Bahkan, sangat jelas bahwa Valentine Day adalah budaya orang kafir, yang kita (umat Islam) dilarang untuk mengambilnya.

“Kita dilarang menyerupai budaya yang lahir dari peradaban kaum kafir, yang jelas-jelas bertentangan dengan akidah Islam. Sungguh, ikut merayakan Hari Valentine adalah tindakan haram dan tercela,” terangnya.

Lanjut Zulkarnain, keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikiran. Apalagi, bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syiar dan kebiasaan.

Padahal, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam. Artinya, barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut. (HR At-Tirmizi).

“Lebih memprihatinkan lagi, budaya ini telah menjarah remaja Islam, remaja yang diwanti-wanti oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam untuk selalu mengikat perilakunya dengan ajaran Islam dan tidak membebek kepada cara hidup orang kafir, malah larut dalam perayaan jahiliah ini dengan meninggalkan akidah Islam,” pungkas Dosen Hadist IAIN Langsa ini

Komentar

Berita Terbaru