oleh

Mushala di Km 26 Bireuen Takengon Ditumbuhi Semak Belukar

PENANEGERI, Bireuen – Mushala yang dibangun oleh almarhum H Saifannur, di lintasan Bireuen-Takengon, kilometer 26, kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen terlihat tanpa perawatan dan mulai ditumbuhi semak belukar, Rabu (3/6).

Selain semak belukar, areal samping pagar mushala yang dibangun setelah pelebaran ruas jalan Bireuen – Takengon  beberapa tahun silam itu terencam ambruk.

Menurut sejumlah pedagang di pingir jalan di kawasan itu, ambruknya bantalan di areal kompleks mushala di bagian utara itu dikikis saat hujan deras yang mengguyur kawasan itu pekan lalu.

“Apabila tak segera diperbaiki, maka pagar dan areal kompleks mushala bagian utara terancam ambruk. Begitu juga kompleks mushala kini ditumbuhi semak belukar tampa  perawatan,” ujar seorang pedagang, A Jalil.

Diakui A Jalil, biasanya kawasan kilometer 26 ini sering disinggah melintas, baik dari Bireuen maupun dari arah Takengon, termasuk dikawasan Cot Panglima.

Sejatinya mushala yang telah dibangun almarhum H Saifannur saat masih aktif sebagai pengusaha kontruksi sebelum menjabat sebagai Bupati Bireuen itu terawat dan dapat dimanfaatkan warga yang melintas.

“Kalau kami ke Bireuen, kami sering berhenti di kilometer 26 ini sambil istirahat, apalagi ada mushalanya, namun belakangan ini, kondisinya sudah ditumbuhi semak belukar,” ujar Taufik warga dari Bener Meriah yang ditemani keluarganya.

Ia menambahkan, bila mushala ini terawat dengan baik dan tersedianya air yang cukup, kawasan kilometer 26 ini akan lebih ramai, karena banyak pelintas yang turun untuk shalat sambil istirahat bersama keluarga.

“Di kilometer 26 ini, alamnya juga indah dan ada mushalanya yang diapit dengan tebing pinggir jalan, namun selama ini bangunan tidak terawat bersih,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *