oleh

Nasi Kari Bebek Tetap Primadona untuk Berbuka di Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Selain sajian berbagai menu makanan berbuka puasa, kuliner yang satu ini masih tetap menjadi primadona bagi warga Bireuen dan sekitarnya saat berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Nasi kari bebek atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Bu Si Itek” begitu nikmat dan terkenal dengan aroma khasnya terlebih rasanya yang lezat.

Kudapan yang satu ini ternyata mampu membuat siapapun ketagihan, terutama mereka yang menyukai makanan berkuah atau sejenis kari.

Tak hanya warga Bireuen sendiri, hampir seluruh warga di Aceh yang sempat singgah di Kota Bireuen, maka akan selalu mencari, atau melirik “Bu Si Itek” yang sudah terkenal sejak puluhan tahun silam.

Bagi pendatang, atau warga yang kebetulan lewat dan singgah tentu tidak begitu sulit menjumpai pedagang yang menjajakan makanan yang kentara akan rasanya itu.

Hampir saban harinya, rak atau gerobak pedagang nasi daging bebek mulai menyapa peminatnya seperti halnya di ruas jalan Ramai serta sebagian berdagang di jalan Andalas, Kota Juang, Bireuen.

“Kalo menjelang berbuka, maka pelanggan sedikit meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Kebanyakan memesan lebih untuk berbuka bersama rekan-rekanya,” tutur Razali, seorang pedagang nasi kari bebek di Jalan Andalas kepada Penanegeri.com, Minggu (19/5).

Baca Juga  Selundupkan Sabu ke Lapas Narkotika Langsa, Seorang IRT Diamankan 

Diakui Razali, nasi kari daging bebek ini sendiri, hanya sebungkus nasi putih yang dicampur dengan gulai daging bebek. Gulai ini sudah dimasak menggunakan rempah-rempah seperti bawang merah, cabai merah, jahe, lengkuas, cengkeh, ketumbar, bunga pala,  pala halus, adas manis, merica serta daun pewangni.

Selanjutnya, seluruh daging bebek yang terlebih dahulu dipotong menjadi beberapa bagian, lalu dilumuri dengan garam serta adonan bumbu masak dan seterusnya dimasak dengan matang, sehingga lunak dan meresap ke daging bebek.

“Tak begitu mahal untuk mendapatkan satu bungkus nasi kari bebek. Setiap warga hanya merogoh isi kantong sebesar Rp 15 ribu per bungkus, kecuali ada tambahan lauk lain,” terangnya.

Selain nasi bebek itu sendiri, pelanggan juga bisa memilih lauk lainnya untuk menambah kelezatan kari daging bebek seperti, ayam atau hati daging ayam yang telah digoreng, ikan, pepes udang, telur dadar serta ditambah ikan asin.

“Ada juga para pelanggan minta agar dicampur daging bebek dengan menu tanbahan lain, tapi itu tergantung keinginan dan selera pelanggan itu sendiri,” ujar M Yusuf, pedagang kari nasi bebek lainnya yang berlokasi di Jalan Ramai Bireuen.

Baca Juga  SSB Bijeh Mata Bireuen Juara U-14 Sumatera

Kuliner nasi bebek ini diakuinya sudah turun-temurun dilakoni oleh orang tuanya, terakhir usaha ini diteruskan oleh mereka, sehingga makanan khas Aceh ini dapat dikenal oleh kalangan masyarakat secara luas.

Pantauan Penangeri.com, saat ini para pedagang nasi daging bebek seputaran Kota Bireuen terus bertambah, bahkan hampir mencapai 60 gerobak yang tersebar di sejumlah sudut kota dan emperan warung kopi.

Maka tak heran, bagi anda yang menemupuh perjalanan dari Medan ke Banda Aceh atau arah Takengon, maka tidak salahnya anda mampir atau sekedar mencicipi kelezatan ‘Bu Si Itek” ala Bireuen, selain sajian sate Matang di Matangglumpangdua, Peusangan, Bireuen.

Komentar

Berita Terbaru