oleh

Nasib Nek Rubinah dan Suaminya yang Tinggal di Gubuk Reot

-Aceh-81 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Nek Rubinah Hasyem demikian ia kerap disapa. Perempuan berusia 70 tahun ini telah lama tinggal di sebuah gubuk kumuh bersama suami tercintanya Jamin Daod (90), di Desa Teupin Gajah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Penelusuran Penanegeri.com, Selasa (10/9) saat berada di kediaman Rubinah untuk melihat dan mengetahui langsung seputar kehidupannya. Ia dan suaminya ternyata hanya tinggal di sebuah bangunan berukuran 3×2 meter yang terbuat dari kulit bambu dan daun rumbia.

“Beginilah keadaan kami. Tinggal di rumah yang seperti ini. Suami saya saat ini dalam keadaan sakit-sakitan. Saya tidak bisa jauh darinya karena tidak ada yang rawat atau menjaganya,” tuturnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Rubinah tidak banyak bercerita tentang seputar suaminya. Namun dalam perbincangannya itu, ia mengatakan suaminya mulai sakit-sakitan setelah kejadian ditabrak motor beberapa waktu lalu saat keluar ke jalan. Rubinah juga tidak menyebut lebih banyak tentang kejadian yang menimpa suaminya itu.

Baca Juga  Dihantam Puting Beliung, Atap Rumah Warga Simpang Mamplam Bireuen Ambruk

“Bagian tulang rusuk penuh kesakitan, lainnya sakit karena usia. Di tempat tidur saja tidak bisa turun, apalagi jalan keluar rumah. Saya masak apa adanya untuk (suami). Beras ada sedikit lagi. Insyaallah kalau beras selalu ada walaupun sedikit. Kadang sedekah dari orang-orang yang lewat,” bebernya.

Beberapa waktu lalu, keseharian Rubinah keluar dari rumah mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Ia memotong padi-padian sisa panen di sawah-sawah sekitar itu untuk dijual. Namun semenjak suaminya mulai sakit-sakitan, ia lebih memilih tinggal di rumah. Kondisi kesehatan dirinya pun sama dengan suaminya.

“Saya sekarang tidak bisa ke mana-mana jaga suami. Kalau pun saya keluar mencari rezeki juga tidak sanggup, badan saya juga sakit-sakit, lutut saya lemas sekali. Tidak sanggup jalan jauh-jauh, kalau dulunya saya tinggalkan suami di rumah sendiri,” timpalnya.

Nek Rubinah mengaku memiliki empat orang anak. Tiga masih hidup dan satu lainnya telah meninggal dunia. Semua anaknya telah berkeluarga dan sesekali pulang menjenguk dirinya.

Baca Juga  Wali Santri Tahfidzul Quran Wahyu Rizki Surati Ketua DPRK Langsa

“Yang satu sudah meninggal. Yang satu lagi di Peudawa Aceh Timur, hari-hari pekerjaan melaut. Satu lainnya di Banda Aceh melaut juga. Yang di Ulerubek, Kecamatan Seunuddon melaut juga. Mereka sesekali pulang jenguk kami. Kadang kalau tidak sempat pulang, dikirim bantuan lewat orang,” ucapnya.

Nek Rubinah juga mengatakan, selama ini rezeki dari Allah SWT selalu diperolehnya meski ia dan suaminya tidak dapat berjalan. Siapa yang melintas di depan rumahnya, ada saja yang mampir untuk memberikan sedekah.

“Siapa yang lewat mampir, kadang kasih sedekah sedikit. Kalau beras selalu ada. Kalau tidak demikian, biasanya pada tanggal 5 disuruh ambil di kedai. Saya berharap bantuan rumah jida pemerintah memungkinkan membantu,” pungkas Rubinah mengakhiri kisahnya.

Komentar

Berita Terbaru