oleh

Netizen Malaysia dan Singapura Heboh ‘Berebut’ Cendol, Bagaimana Tanggapan Netizen Indonesia ?

PENANEGERI, Jakarta – Netizen Malaysia mendadak heboh karena kabar cendol, saat CNN International menobatkan cendol sebagai salah satu makanan pencuci mulut terlezat di dunia asal Singapura.

Cendol masuk ke dalam daftar 50 makanan penutup paling enak di dunia, penulis di CNN Travel  menyatakan kalau cendol berasal dari Singapura.

Kabar ini memicu banyak reaksi dari masyarakat Malaysia dan Indonesia. “Hidangan pencuci mulut dingin ini dapat ditemukan di seluruh Asia Teggara, tetapi dengan tambahan kacang merah, Singapura menciptakan citarasa klasik yang tetap menggoda,” tulis Jen Rose Smith, penulis CNN travel.

Menurut pengakuan jurnalis CNN, Jen Rose Smith, berbeda dengan Inggris yang gemar menyeruput teh di sore hari, warga Singapura ternyata memiliki kebiasaan menikmati semangkuk cendol menjelang malam hari.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, cendol dapat ditemui di beberapa negara Asia Tenggara. Namun entah mengapa, warga Malaysia merasa keberatan jika asal usul cendol dinyatakan berasal dari Singapura.

Menanggapi isu ini, beberapa netizen langsung melontarkan protes keras di media sosial. “CNN memasukkan cendol sebagai makanan pencuci mulut terlezat di dunia dari Singapura. Aku merasa tersinggung,” tulis akun @anas_phoenix

“Dear CNN, cendol sepertinya berasal dari Malaysia atau Indonesia tetapi bukan dari Singapura. Saya rasa penulis artikel ini harus dilarang memakan cendol,” tulis yang lainnya.

Beberapa netizen Singapura nampaknya sepakat dengan pernyataan para netizen Malaysia. Mereka bahkan tidak ada keinginan mengklaim cendol sebagai salah satu kuliner tradisional Singapura.

“Aku tidak setuju dengan daftar yang dikeluarkan CNN. Selain itu, kami menyebut makanan tersebut dengan tambahan huruf ‘h’ yakni, cendhlol,” tulis akun @dy158

“Meski aku memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, aku masih memiliki moral dan harga diri untuk tidak mengklaim cendol sebagai kuliner Singapura,” tulis akun Giri Dev Nair.

Ungkapan Smith ini tampaknya juga melukai hati masyarakat Malaysia yang juga mengaggap kalau cendol asli Malaysia.

“CNN, cendol adalah milik Malaysia atau Indonesia dan jelas bukan milik Singapura,” tulis pengguna akun twitter @anas_phoenix

“Warga Singapura berbondong-bondong ke Melaka untuk makan – termasuk makan cendol – setiap akhir pekan,” kata pengguna Twitter lainnya.

“Kami berdua punya hak untuk cendol. Tapi siapa yang membuat cendol lebih baik. Ayo. Aku menantangmu!” kata netizen lainnya.

Sementara masyarakat Singapura membalas cuitan ini. “Bahkan aku orang Singapura, aku akan tetap memiliki harga diri untuk tidak mengklaim cendol sebagai milik kami,” bunyi cuitan Giri Dev Nair.

Tak hanya diramaikan netizen Malaysia dan Singapura saja, Indonesia sebagai yang empunya makanan penutup ini turut buka suara.

Dikabarkan The Star, Rabu (5/12), perang perebutan makanan antara Malaysia dan Singapura mungkin saja akan kalah setelah mengetahui fakta soal cendol Indonesia. Pakar kuliner Indonesia William Wongso mengatakan, “Cendol tidak hanya tersedia di Indonesia, Singapura dan Malaysia tetapi juga di negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Vietnam dan Thailand,” kata William Wongso kepada Jakarta Post.

Netizen juga melemparkan komentar bernada sarkas. “CNN yang terhormat, jika cendol berasal dari Singapura, maka pasta berasal dari Belgia, Tom Yam dari Vietnam dan dim sum dari India,” celoteh pemilik twitter @sidlatif.

William Wongso juga menjelaskan jika Malaysia, Singapura dan Indonesia memiliki ciri khas cendol yang berbeda.

“Jika Anda melihat cendol versi Singapura atau Malaysia, Anda akan menemukan semangkuk dessert berwarna-warni, yang terdiri dari jelly hijau seperti cacing, kacang merah manis, dan kadang-kadang ada jagung manis yang disajikan dengan gula aren dan santan,” jelasnya.

Namun cendol Indonesia kurang berwarna karena hanya terdiri dari cendol hijau, santan dan gula aren.

“Di Indonesia, cendol, juga dikenal sebagai dawet di Jawa, hidangan ini hanya mengacu pada pandan jeli (cendol) yang disajikan dalam santan,” katanya. Ia juga mengatakan kalau beberapa orang kadang menambah daun pandan atau nangka untuk menambah aroma.

“Di Singapura, cendol dicampur dengan bahan lainnya, seperti es campur,” tambah William.

Ia mengatakan kalau Indonesia punya banyak varian cendol sesuai dengan daerah asalnya.

“Ada cendol Banjarnegara, es cendol Elizabeth dari Bandung dan bahkan cendol ireng (cendol warna hitam),” jelasnya. (*/dtc)

Komentar

Berita Terbaru