oleh

Nyaris Celaka, Espargaro Ingin Moto GP Ubah Peraturan

PENANEGERI, Moto GP – Pembalap tim Aprilia, Espargaro, dikecewakan oleh hukuman saat balapan berlangsung di Brno dalam situasi lintasan basah-kering yang tidak aman untuk mengendarai motornya, yang menyebabkan Iannone dari tim Suzuki melakukan tindakan mengelak dan mengalami kecelakaan.

Meski mendapat hukuman tersebut, Espargaro berhasil menyelesaikan balapan di urutan ke-8, sementara Iannone bisa melanjutkan balapan dengan motor keduanya untuk finish di posisi ke-19.

Menggambarkan kejadian pasca-balapan, pembalap berkebangsaan Spanyol itu mengatakan bahwa itu adalah kesalahan awak Aprilia karena tidak memperingatkannya sehingga menambahkan kesalahan yang terjadi di pit dengan peraturan saat ini tentang perubahan motor.

“Saya senang Andrea tidak mengalami cedera karena ini adalah kecelakaan yang menakutkan, tidak ada yang bisa saya lakukan dengan sungguh-sungguh. Saya tidak punya spion, jadi itu salah tim. Tapi saat tim atau saya membuat kesalahan, ini adalah kesalahan tim, jadi saya minta maaf untuk diri saya dan Aprilia kepada Suzuki dan Andrea. Yang penting dia baik-baik saja,” kata Espargaro dilansir Autosport.com, Kamis (10/8).

“Ke depannya, saya pikir ada baiknya untuk mengecek kembali peraturan Moto GP ini karena sangat mudah melakukan kesalahan. Saya juga berpikir itu adalah sesuatu yang perlu kita diskusikan,” sambungnya.

Espargaro mengatakan bahwa pilihannya adalah mengadopsi sebuah peraturan yang serupa dengan kejuaraan World Superbike, yang menetapkan waktu pitstop minimum yang harus dipatuhi oleh pembalap atau dikenakan hukuman.

“Bagi saya aturan terbaik ada di Superbike. Anda punya waktu dan Anda bisa lebih santai karena semua orang akan menghabiskan waktu yang sama di pitlane,” jelasnya.

Ia menambahkan, Ini adalah sesuatu yang benar-benar perlu kita pikirkan dan ubah karena jika motor sudah ditangani mekanik, beberapa hal bisa menghancurkan kaki montir atau yang lebih buruk.

“Jadi pesan saya adalah peraturan harus diuji kembali, karena kita tidak ingin insiden semacam ini berulang,” tandasnya.

Bencana untuk Iannone

Iannone mengalami kecelakaan dengan kondisi knalpot yang basah saat berusaha menghindari Espargaro, dan dalam proses tersebut merusak stang sepeda motor rekan setimnya, Alex Rins.

Kemudian hal itu memakan waktu yang lebih lama saat motor kedua pembalap Ducati tersebut tidak diubah menjadi perngaturan untuk kondisi kering, membuang kesempatan untuk mencetak poin.

“Ketika saya kembali ke pit ke flag-to-flag, motor kedua saya belum siap untuk keluar. Motor saya memiliki ban yang cukup baik di depan dan ban basah di belakang. Beberapa pengaturan di motor adalah kesalahan dan ini adalah masalah besar bagi kami, terlepas dari kecelakaan itu. Dan seandainya motor itu sudah siap, saya pasti bisa bertarung memperebutkan poin,” pungkas Iannone.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *