oleh

Ombudsman: Warga Pulo Aceh Jangan Diabaikan dan Dianaktirikan

-Aceh-45 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Kecamatan Pulo Aceh selama ini mendapatkan pelayanan yang memprihatinkan, seperti dari segi pelayanan kesehatan dan pendidikan. Masyarakat setempat mengungkapkan, hampir tak ada tenaga pendidik dan tenaga medis yang hadir saat dibutuhkan.

Puskesmas yang ada di Pulo Aceh sering tutup saat warga hendak berobat. Begitu juga dengan sekolah, para pelajar kerap hanya dididik oleh para tenaga bakti.

Masyarakat sedikit terbantu dengan adanya bakti sosial yang dilakukan oleh Dit Polairud dan Bid Dokkes Polda Aceh dengan memberikan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan massal termasuk membagikan sembako bagi warga kurang mampu.

“Puskesmas sering tutup saat kami mau berobat, kami berobat ke dokter praktik dan harus bayar. Anak-anak sekolah juga sering tidak ada guru. Termasuk untuk sembako, kami pesan dari Banda Aceh dan diantar pakai boat karena disini tidak ada pasar atau kedai kelontong, itu pun bisa diantar kalau cuaca bersahabat,” ujar Nuraisyah salah seorang warga setempat.

Baca Juga  Hujan Es Guyur Aceh Tengah, Ini Kata BMKG

Menanggapi hal ini, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh pun memberikan komentar sekaligus kritiknya. Di periode Bupati sebelumnya, pihak Ombudsman RI Aceh pernah mengingatkan pemerintah kabupaten agar tidak mengabaikan dan menganaktirikan warga Pulo Aceh.

“Warga Pulo Aceh jangan diabaikan, jangan dianaktirikan, mereka juga warga Aceh Besar yang juga berhak mendapatkan pelayanan publik yang sama seperti warga Aceh Besar lainnya,” tutur Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husein saat dikonfirmasi Minggu (27/1).

Dirinya menjelaskan, Ombudsman RI Aceh merasa sangat kecewa jika apa yang diberitakan terkait pelayanan yang diterima masyarakat Pulo Aceh itu benar adanya.

“Saya akan tugaskan Asisten Ombudsman untuk melakukan investigasi dan meminta klarifikasi pada beberapa pihak di Pulo Aceh terkait dugaan Maladministrasi (tidak memberi pelayanan), baik pada sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan lain-lain,” tegasnya.

Jika terbukti ada aparatur sipil negara (ASN) atau bahkan anggota Polri/TNI yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai ketentuan perundangan, lanjut Taqwaddin, maka kami akan sarankan agar yang bersangkutan diberi hukuman administrasi.

Baca Juga  Pasutri di Langsa Ditangkap Setelah Buat Laporan Palsu

“Pulo Aceh sebagai bagian dari wilayah terluar Indonesia memiliki nilai strategis yang harus dikawal dan diawasi. Selain itu, pulau inipun memiliki alam yang indah dan potensi wisata yang layak dikembangkan,” jelas Taqwaddin yang juga Kabid Pencegahan Tim Saber Pungli Aceh ini.

Karenanya, Ombudsman RI Aceh meminta kepada pimpinan daerah Aceh Besar untuk memerintahkan semua jajarannya di Pulo Aceh agar bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memberikan pelayanan publik guna memajukan Pulo Aceh.

Komentar

Berita Terbaru