oleh

Ormas di Aceh Utara Minta Perempuan Tak Berkeliaran di Malam Hari

-Aceh-180 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Sebanyak 28 organisasi masyarakat (Ormas) di wilayah Kabupaten Aceh Utara menandatangani seruan tentang larangan bagi kaum perempuan agar tidak berkeliaran pada malam hari tanpa ditemani suaminya atau mahram.

Deklarasi terhadap seruan tersebut diselenggarakan di Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Rabu (10/7). Pada deklarasi ini turut dihadiri Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Ketua DPRK Ismail dan para pengurus ormas.

Ada dua hal yang ditandatangani 28 Ormas pada deklarasi tadi, yaitu anak usia 17 tahun ke bawah tidak dibenarkan berkeliaran di malam hari dan pada jam belajar tanpa didampingi orangtuanya.

“Kedua, yaitu tentang kaum perempuan. Di mana dalam seruan ini kita meminta kaum perempuan agar tidak berkeliaran pada malam hari tanpa didampingi suaminya atau mahram,” ujar Ketua LSM Gerakan Rakyat Aceh Membangun (GRAM), Muhammad Azhar kepada Penanegeri.com, Rabu (10/7).

Azhar mengatakan, seruan itu penting dideklarasikan untuk menyelamatkan generasi Aceh ke depan agar tidak terpengaruh dengan budaya luar dan tidak terpengaruh dengan teknologi yang kian hari terus merusak moral generasi bansga.

Baca Juga  Operasi Keselamatan Kembali Digelar di Bireuen Selama 14 Hari
Ormas
(Penanegeri/Jamal) : Seruan Ormas di Aceh Utara yang meminta perempuan tak berkeliaran di malam hari.

“Coba lihat sekarang, anak-anak usia di bawah 17 tahun banyak berkeliaran, main game di warung-warung, begitu juga perempuan. Itu merupakan salah satu faktor yang bisa membawa generasi ke arah negatif. Makanya perlu kita serukan bersama. Kalau bukan kita yang sama-sama menjaga, siapa lagi,” ucapnya.

Dia mengatakan, seruan yang telah ditandatangani itu didukung oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Nantinya, jika seruan itu tidak juga diindahkan, maka akan ada teguran atau sanksi yang diberikan.

“Misalnya kalau ada anak-anak yang bebas berkeliaran, main game atau melakukan hal-hal yang tidak wajar dengan usianya, akan ditegur oleh pihak terkait seperti WH, Satpol PP. Dipanggil orangtuanya, diberikan peringatan, lalu dikembalikan,” terangnya.

Azhar berharap kepada semua elemen masyarakat agar sama-sama memberikan dukungan terhadap seruan itu untuk mencegah dan menghindari hal-hal negatif yang timbul akibat pergaulan bebas tersebut.

Komentar

Berita Terbaru