oleh

P3MD Sayangkan Rp 500 Juta Lebih Dana Desa Gampong Matang Jrok Raib

-Aceh-48 views

PENANEGERI, Aceh Timur – Koordinator tenaga ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan (P3MD) Kabupaten Aceh Timur, Yusmiadi SE menyayangkan dana desa tahun 2018 sekitar Rp 523 juta menghilang di rekening gampong.

“Uang (Rp523 juta) yang raib itu, uang SILPA tahun 2018. Seharusnya, uang SILPA di rekening desa itu tidak boleh lebih dari 30 persen dari jumlah pagu anggaran yang didapatkan oleh desa tersebut,” kata Yusmiadi alias Abu Yus kepada Penanegeri.com, Rabu (22/5).

Abu Yus menjelaskan penyebab terjadinya SILPA anggaran pada tahun 2018 di Desa Matang Jrok. Menurutnya, desa itu sering terjadi permasalahan antara geuchik berinisial M dengan warga, sehingga kepercayaan masyarakat pun terhadap pemimpin berkurang.

“Karena kepercayaan masyarakat berkurang, kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan di desa itu terhenti, sehingga anggaran mengendap di rekening. Pada awal 2019, saat menunggu proses laporan pertanggungjawaban, yang bersangkutan juga melakukan manipulasi. Untuk dapat menguras rekening desa itu,” jelasnya.

Meski demikian, Abu Yus tetap akan mencari solusi supaya dengan adanya kasus tersebut tidak sampai merugikan masyarakat dan dana desa tahun 2019 juga dapat diterima dan terus dilanjutkan pemanfaatannya.

Baca Juga  Maling Sikat Sejumlah Sepmor Warga di Tanah Luas

“Kasus ini tengah ditangani Tipikor. Beberapa waktu lalu, saat camat dan P3MD memanggil untuk meminta klarifikasi terkait permasalahan di Gampong, justru tidak hadir. Akhirnya camat dan P3MD ini turun langsung ke Gampong, sehingga mendapat informasi dari masyarakat bahwa yang bersangkutan sudah lama tidak kelihatan,” sebut Abu Yus lagi.

Karena Camat dan pendamping desa merasa aneh, lanjutnya, kemudian mencoba mendatangi Bank untuk menanyakan perihal status anggaran tersebut di rekening. Namun informasi yang diterimanya dari pihak Bank, anggaran di rekening sudah habis.

Sementara itu, Camat Madat, Mukhtar, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia mengatakan, kasus itu sudah dalam penanganan pihak kepolisian Polres Aceh Timur.

“Informasi yang kita terima dari masyarakat desa, yang bersangkutan tidak berada di desa. Kita sudah melaporkan ke bapak bupati, sudah melaporkan ke pihak inspektorat. Kasus itu sudah ditangani Polres Aceh Timur,” ujar Mukhtar.

Geuchik Matang Jrok, berinisial M, yang dihubungi Penanegeri.com melalui telepon seluler tidak dapat tersambung. Adapun pesan singkat yang telah dikirim juga belum mendapatkan balasan.

Komentar

Berita Terbaru