oleh

Pacman Kunjungi Zona Perang Mindanao

-Pena Berita-37 views

PENANEGERI, Desk International – Salah satu legenda tinju dunia, Manny Pacquiao (Pacman) mengangkat semangat para tentara Filipina dalam sebuah kunjungan ke sebuah kota di mana para tentara sedang memerangi militan lebih dari dua bulan.

Petinju tersebut mengenakan seragam penyamaran militer, mengatakan bahwa dia akan bergabung dalam peperangan di kota Marawi di mana gerilyawan mengamuk, menahan para sandera dan banyak pembakaran bangunan yang dilakukan oleh kelompok militan.

“Kalian adalah pahlawan sejati, bukan seorang Manny Pacquiao. Saya hanya seorang petinju tapi Anda menyerahkan hidup Anda untuk negara ini,” katanya kepada para tentara di sebuah kamp di Marawi City, seperti yang dilansir The Guardian, Minggu (30/7).

“Mudah-mudahan saya bisa kembali kesini dan menyapa Anda lagi saat pertempuran dilakukan dan jika belum selesai saat saya kembali, maka saya akan menjadi orang yang siap untuk pergi ke sana (berperang),” sambung Pacquiao, merujuk pada medan perang di luar kamp dimana suara tembakan dan ledakan terdengar.

Peperangan di wilayah Mindanao telah menewaskan 630 orang, termasuk 471 militan, 45 warga sipil dan 114 tentara pemerintah, menurut informasi dari salah satu anggota militer.

Pacquiao yang diangkat menjadi letnan kolonel di cadangan militer sebagai pengakuan atas pencapaian tinju) tetap merupakan tokoh yang sangat populer di Filipina.

Dia bangkit dari kemiskinan menjadi juara tinju dunia dalam delapan divisi kelas berat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan menggunakan status selebriti sebagai batu loncatan untuk terpilih menjadi anggota senat Filipina.

Tapi Pacquiao telah meredup dalam beberapa tahun terakhir, dengan petarung berusia 38 tahun itu kehilangan gelar kelas welter dari petinju asal Australia, Jeff Horn, dalam sebuah pertarungan besar bulan lalu.

Setelah mengunjungi kamp militer, petinju berjuluk Pacman tersebut ditanya oleh beberapa wartawan apakah dia akan segera kembali ke atas ring.

“Saya belum memikirkan hal itu, saya merasa lebih tergerak untuk melakukan sesuatu untuk negara saya. Filipina dalam keadaan genting, dan ini bukan gangguan dari dalam, saya merasa ingin memberikan apa yang bisa saya lakukan agar negara ini kembali aman. Jadi untuk pemikiran selain itu, saya tidak ingin membahasnya,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *