oleh

Pakai Baju Tahanan dan Diborgol, 12 Tersangka Suap DPRD Malang Naik Kereta ke Surabaya

PENANEGERI, Jakarta – Jaksa Penuntut pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan surat dakwaan dan berkas perkara 12 mantan anggota DPRD Malang ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Ke 12 eks DPRD Malang itupun dibawa ke Surabaya untuk menjalani persidangan.

Para legislator Malang itu dibawa ke Surabaya dengan menggunakan kereta api tadi malam, dan selama di perjalanan, para tahanan tersebut tetap diborgol.

Kebijakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memborgol tahanan mulai diterapkan oleh komisi antirasuah sejak awal tahun 2019.

Kebijakan memborgol tahanan inipun juga diterapkan saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK saat memindahkan 12 eks anggota DPRD Kota Malang itu ke Surabaya.

Ke 12 eks anggota DPRD itu telah ditetapkan tersangka atas kasus dugaan suap APBD-P 2015 Kota Malang.

“Hari ini (Selasa), JPU KPK melimpahkan dakwaan dan berkas perkara untuk 12 orang anggota DPRD Malang ke PN Surabaya untuk selanjutnya rencana sidang di Pengadilan Tipikor di Surabaya,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (8/1).

“Para terdakwa telah dibawa ke Surabaya menggunakan tadi malam dan dititipkan sementara di Rutan Medaeng dan Cabang kelas I Rutan Surabaya pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,” tambahnya.

Mereka yang bakal disidang yakni, Diana Yanti, Sugianto, Afdha Fuazal, Hadi Susanto, Ribut Harianto, Indra Tjahyono, Imam Ghozali, Mohammad Fadli, Bambang Triyoso, Asia Iriani, Een Ambarsari, dan Sony Yudiarto.

Kedua belas orang ini menyusul 10 orang yang berkasnya telah dilimpahkan ke penuntutan lebih dulu.

Perkara ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya yang telah diproses KPK. Secara total, ada 41 dari 45 anggota DPRD Malang yang menjadi tersangka karena menerima suap dari eks Wali Kota Malang Moch Anton.

Mereka diduga menerima duit suap Rp 12,5-50 juta per orang. Duit itu diduga terkait pengesahan APBD-P Kota Malang 2015. (*/red)

Komentar

Berita Terbaru