oleh

Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara (PSBNRW) Cahaya Batin ikuti Latihan Shiatsu

PENANEGERI, Jakarta – Sejumlah warga binaan Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara (PSBNRW) Cahaya Batin mengikuti pelatihan teknik pijat Shiatsu.

Mereka menggunakan tekanan jemari ke jalur energik, melalui tubuh pasien yang dapat meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi otot kaku dan meredakan stres.

Kepala PSBNRW Cahaya Batin, Etty Supriyatin, menjelaskan warga binaan diasah kemampuannya sebagai bekal untuk mandiri setelah lulus dari panti.

Meski begitu, sebelum warga binaan mengikuti kelas pelatihan shiatsu, mereka diharuskan mengikuti kelas teknik memijat biasa selama satu tahun.

Setelah dirasa sudah menguasai teknik memijat biasa, barulah warga binaan mengikuti pelatihan kelas shiatsu selama satu tahun.

Di kelas inilah, warga binaan diajarkan secara praktis, mulai dari teori hingga praktek.

Opsi lain diberikan kepada tuna netra dengan disabilitas ganda. Etty menjelaskan, bagi mereka disiapkan kelas khusus, yang memakan waktu hanya satu tahun.

“Jadi yang diajarkan adalah massage praktis, tidak pakai teori. Itu diberikan untuk orang netra dengan disabilitas ganda atau lansia. Ada kelas percepatan. Setahun kita kebut. Mereka langsung belajar praktek saja, tidak pakai teori. Tapi teori tetap dipahami pada saat praktek,” ungkap Etty.

Satpel Pembinaan Sosial, Sita Kusuma Wardani, menjelaskan, terapi kesehatan asal Jepang ini dapat dijadikan mata pencaharian bagi warga binaan yang telah berhasil mendapat ijazah.

Nantinya ijazah tersebut dapat dijadikan modal utama bagi warga binaan untuk membuka praktek tersendiri.

“Karena kalau mau buka usaha kan harus ada ijazah. Nah, ijazah itu kan bisa untuk dia daftar di Panti Pijat, atau pun mengajukan bantuan ke pemerintah,” tutur Sita.

“Andaikan ada warga binaan yang belum mendapatkan pekerjaan, mereka dipersilahkan magang di griya pijat milik PSBNRW Cahaya Batin. Jadi memang kami memiliki griya pijat di sini dan di Bina Loka Karya yang berada di Cempaka Putih,” terang Sita.

Disana mereka diberi kesempatan magang untuk membuka praktek sendiri. Tarif untuk pijat biasa Rp 70.000 dan untuk Shiatsu Rp 80.000. “Ini dapat dijadikan modal awal saat mereka kembali ke keluarga atau ke masyarakat, untuk membuka usaha panti pijat,” tutup Sita Kusuma Wardana. (RED/IS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *