oleh

Panwaslih Bireuen : APK yang Dipasang di Titik Terlarang Harus Diturunkan

PENANEGERI, Bireuen – Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih) Kabupaten Bireuen meminta kepada DPC Parpol, Caleg DPRK, DPRA, DPR RI, DPD yang selama ini memasang Alat Peraga Kampanye (APK) bahan kampanye Pemilu 2019 di titik terlarang segera diturunkan dan dibersihkan.

Hal ini dikataan Ketua Panwaslih Kabupaten Bireuen, A Majid, SH kepada Penanegeri.com, Sabtu (8/12) terkait belum diturunkannya seluruh APK Parpol, Caleg DPRK, DPRA, DPR RI dan DPD yang masih terpasang dikawasan terlarang dalam Kota Bireuen maupun di pusat kota kecamatan.

“Kita sudah berulang kali menyampaikan larangan pemasangan APK kepada pengurus DPC Parpol di Bireuen, serta tidak memasang APK di kawasan terlarang yang sudah ditetapkan. Namun ada juga DPC Parpol yang membandel memasang baliho, APK di kawasan terlarang dalam Kota Bireuen,” katanya.

Dikatakan A Majid, kawasan titik larangan pemasangan APK dalam Kota Bireuen tersebut sesuai penetapan Bupati Bireuen Nomor 270/721, tanggal 21 September 2018 ditandatangani Wakil Bupati Dr H Muzakkar A Gani, SH, M Si.

Disebutkannya, titik laragan pemasangan APK dalam Kota Bireuen meliputi Jalan Sultan Iskandar Muda dari Simpang Empat hingga Simpang Adam Batere.

Lalu Jalan Sultan Malikussaleh, mulai Simpang Empat hingga Cot Gapu, Jalan Pendidikan Laksamana Malahayati, depan DPRK Bireuen, Jalan Mayjen T Hamzah Bendahara, depan Pendopo Bupati, Jalan Ramai, Jalan Andalas, Jalan Kolonel Husin Yusuf.

Begitu juga di Jalan Gayo, mulai Simpang Empat hingga Masjid Agung Bireuen. Jalan Mawar, Jalan Listrik, Jalan Jati, Jalan Langgar serta kawasan Jalan Bengkel.

“Kalau untuk wilayah kecamatan yang dilarang pemasangan APK itu meliputi kantor pemerintah, kawasan pendidikan/sekolah serta rumah ibadah,” katanya.

Pihaknya berharap agar seluruh DPC Parpol, Caleg DPRK, DPRA,DPR RI, DPD mentaati peraturan yang telah ditetapkan, dan tidak memasang APK Pemilu 2019 di kawasan terlarang.

Komentar

Berita Terbaru